Mobilinanews.com, (Jakarta) – Dalam ajang Kejurnas Offroad 2015 yang berlangsung di Serang tanggal 10 lalu, mobilinanews berkesempatan mengilik lebih dalam perihal kiat menjadi pebalap kawakan dari Yuma Wiranatakusumah.
“Jika ingin jadi pebalap khususnya mobil yang pertama harus ditekankan adalah totalitas dan kesiapan mental. Jangan jadikan balap hanya sebatas fun untuk mengentaskan hasrat ngebut, karena dalam balap banyak strategi yang harus dipersiapkan,” papar Yuma.
Ditambahkan olehnya, memulai karir balap bisa dilakukan dengan terjun kedunia gokart. Gokart bisa menjadi panduan dasar untuk melanjutkan karir di dunia balap lainnya. Gokart punya banyak keterbatasan dan tingkat kesulitannya lumayan tinggi, namun sejauh kita dapat menguasai gokart dengan optimal maka balapan lainnya menjadi pengembangan yang mudah untuk dilakukan.
Lain halnya dengan yang diungkapkan oleh Bimo Pradipto dan Wibi Wibawanto dari tim Banteng Motorsport. Bimo yang lebih dulu memulai karir di offroad menekankan betapa pentingnya menjadi navigator (pendamping pembalap / co-driver) sebelum menjadi driver.
“Sebagai navigator kita harus lebih dulu bisa menganalisa mulai dari trek, kesiapan mobil hingga strategi yang ingin dikedepankan. Hal ini tentunya dengan kordinasi driver. Bukan semata jadi “pembantu” driver loh tapi turut menjadi bagian dari pembalap khsusunya persiapan pasca balap,” ujar Bimo.
Diutarakan pula oleh sang kakak, Wibi yang hingga kini masih menjadi navigator Donny SQ. Navigator bisa diistilahkan memiliki 70 persen wawasan dan 30 persenya ada di driver.
“Namun bukan berarti harus semuanya memulai dari navigator, sah saja jika mau langsung turun balap, namun kata bapak saya semua harus paham basicnya dan itu ada di navigator,” pungkas Wibi yang tak lain adalah putra dari Prasetyo EM, founder Banteng Motorsport.
Ingin lebih matang bisa saja mulai jadi navigator dulu, atau mau jadi pebalap langsung juga oke, asalkan jangan jadi pebalap “karbitan” loh!