mobilinanews (Jakarta) - PT Sokonindo Automobile (DFSK) merupakan perusahaan merek mobil pendatang baru yang berasal dari Cina. Keseriusan menggarap pasar otomotif nasional, mereka buktikan dengan membangun pabrik, hingga mendirikan jaringan penjualan dan bengkel.
Menurut Alexander Barus, CO-CEO PT Sokonindo Automobile (DFSK) sekarang ini jumlah dealer baru ada sekitar 30 di beberapa wilayah di Indonesia. Namun jumlah tersebut akan terus ditingkatkan lagi.
"Target kami total punya 80 dealer sampai akhir tahun ini. Di seluruh wilayah Indonesia," kata Alexander, di Jakarta Selatan, Kamis (26/4) malam pada sebuah makan malam bersama para pimpinan media.
Pria yang biasa disapa Alex ini mengatakan, bukan hanya di kota besar, tapi juga pihaknya akan membuka diealer hingga ke pelosok tanah air. Hal itu dilakukan agar seluruh masyarakat Indonesia bisa memiliki produk DFSK yang punya kualitas tinggi dan fitur belimpah.
Dia mengklaim, pihaknya tidak hanya memproduksi dan menjual produk saja, tetapi juga menyediakan layanan aftersales dan lain sebagainya untuk konsumen.
Alex menambahkan, rencana ke depan bukan hanya di Jakarta tetapi seluruh kota besar di Indonesia akan didatangi untuk memperkenalkan Glory 580 kepada masyarakat luas.
"Kita juga harus rajin memperkenalkan Glory 580 ke luar kota. Rencana kita setiap kota besar akan dilakukan peluncuran, jadi lebih tersebar," ujar Alex.
Kembalikan Citra Negatif
Masa-masa kelam merek otomotif asal Cina di dalam negeri coba dirapihkan oleh para pemain-pemain baru. Pihaknya menggelontorkan dana triliunan rupiah sebagai modal awal untuk mengembalikan citra negatif.
DFSK (Dongfeng Sokon) dan Sokon nama-nama lain setelah Wuling sebagai sang pembuka jalan. Mereka tidak mau gegabah untuk sekadar menjual produknya. Karena itu, mereka akan fokus juga pada layanan purna jual.
“Meski sudah diperkenalkan sejak lama, banyak yang bilang kenapa tak kunjung dipasarkan (Glory 580). Kami belajar dari kendaraan Cina di masa lalu itu, di mana kita beli tapi tidak tahu perbaiki di mana,” kata Alexander.
Karena itu, pihaknya akan mempersiapkan semua dealer yang bisa melayani purna juga.
“Jadi saya katakan, nanti orang ingin perbaiki tidak ada bengkel dan suku cadang, jadi jangan dahulu dijual. Karena itu, kami akhirnya persiapkan itu semua (dealer) baru kami jual,” kata Alexander.
Kembalikan Citra Negatif
Masa-masa kelam merek otomotif asal Cina di dalam negeri coba dirapikan oleh para pemain-pemain baru. Pihaknya menggelontorkan dana triliunan rupiah sebagai modal awal untuk mengembalikan citra negatif.
DFSK (Dongfeng Sokon) dan Sokon nama-nama lain setelah Wuling sebagai sang pembuka jalan. Mereka tidak mau gegabah untuk sekadar menjual produknya. Karena itu, mereka akan fokus juga pada layanan purna jual.
“Meski sudah diperkenalkan sejak lama, banyak yang bilang kenapa tak kunjung dipasarkan (Glory 580). Kami belajar dari kendaraan Cina di masa lalu itu, di mana kita beli tapi tidak tahu perbaiki di mana,” kata Alexander.
Karena itu, pihaknya akan mempersiapkan semua dealer yang bisa melayani purna juga.
“Jadi saya katakan, nanti orang ingin perbaiki tidak ada bengkel dan suku cadang, jadi jangan dahulu dijual. Karena itu, kami akhirnya persiapkan itu semua (dealer) baru kami jual,” kata Alexander.
Total delaer yang dimiliki DFSK dan Sokon sudah mencapai 30 titik, di mana pada tiga bulan ke depannya sudah akan berdiri sampai 50 dealer.
“Ini berbeda, di mana kami mengeluarkan investasi sekarang ini, sementara kalau dulu hanya impor motor dan jual saja. Kami tidak mau hit and run, dan harus siap semua,” kata Alexander. (budsan)