mobilinanews (Jakarta) – Persaingan pasar otomotif roda empat di Indonesia dipastikan bakal semakin panas. DFSK, salah satu pionir pabrikan Tiongkok di tanah air, memberikan sinyal kuat bahwa mereka tengah menyiapkan amunisi baru untuk menggempur pasar pada paruh kedua tahun 2026.
Kabar ini diungkapkan langsung oleh jajaran petinggi PT Sokonindo Automobile dalam acara buka puasa bersama media di Jakarta Selatan, Senin (9/3). Fokus utama mereka kali ini adalah lini New Energy Vehicle (NEV), mempertegas komitmen DFSK dalam mendukung elektrifikasi di Indonesia.
Meski belum bersedia mengungkap nama model secara spesifik, Cing Hok Rifin, Director of Sales PT Sokonindo Automobile, memastikan bahwa peluncuran akan dilakukan pada semester 2 tahun ini.
Senada dengan hal tersebut, CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, memberikan sedikit bocoran mengenai nilai jual kendaraan misterius tersebut.
"Untuk sementara biar kita tutup dulu. Tapi yang kira-kira menariklah. Menarik kualitasnya, penampilannya, hingga harganya," ujar Alexander.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa DFSK kemungkinan besar akan menghadirkan kendaraan yang kompetitif, baik dari segi desain maupun value for money, sebuah strategi yang selama ini menjadi kekuatan merek-merek Tiongkok dalam merebut hati konsumen lokal.
Langkah DFSK ini bukanlah kejutan besar mengingat rekam jejak mereka yang agresif di sektor kendaraan listrik. Pada ajang GIIAS 2025 lalu, mereka sukses meluncurkan Seres 3 dengan harga kompetitif Rp 349 juta.
Sebagai pengingat, Seres 3 menawarkan spesifikasi yang cukup mumpuni untuk penggunaan harian maupun luar kota:
Dimensi: Panjang 4.415 mm dan wheelbase 2.655 mm (kabin lega).
Baterai: Kapasitas 54 kWh.
Jarak Tempuh: Hingga 412 km (standar NEDC).
Pengisian Daya: 20-80% dalam waktu sekitar 40 menit.
Spekulasi pun bermunculan mengenai apakah model baru nanti adalah Aito M9, SUV mewah yang sempat diperkenalkan namun belum resmi dipasarkan secara luas.
Aito M9 sendiri merupakan "monster" di kelasnya dengan dua opsi penggerak:
Versi EV (Full Listrik): Jarak tempuh 630 km (WLTC) dengan akselerasi 0-100 km/jam hanya dalam 4,3 detik.
Versi EREV (Extended Range): Menggunakan mesin pembakaran internal sebagai generator, mampu menempuh jarak total hingga 1.239 km (WLTP).
Jika model yang dimaksud adalah varian dari lini Aito atau pengembangan terbaru dari Seres, maka konsumen Indonesia akan memiliki lebih banyak pilihan kendaraan ramah lingkungan dengan teknologi mutakhir. Kita tunggu saja kejutan dari DFSK pada semester kedua 2026 mendatang.