mobilinanews.com (Jakarta) – Pada mobil-mobil bermesin modern, sistem klep hisap dan buang pada prinsipnya terbagi atas dua sistem yang berbeda, yaitu sistem hidrolik dan lifter. Pada sistem hidrolik, tinggi rendahnya kelp sudah diatur sedemikian rupa oleh sistem tekanan hidrolik. Ini akan banyak sekali ditemui pada mobil-mobil Eropa. Sedangkan dengan sistem lifter, tinggi klep hisap dan buang diatur oleh besaran lifter itu sendiri.
“Banyak sekali kita temukan mobil dengan sistem klep lifter yang mempunyai tinggi lifter yang berbeda-beda satu sama lainnya, bahkan pada mobil yang abru keluar dari showroom sekalipun,” terang Jasin, punggawa Provis Motorsport di bilangan Pondok Ranji, Bintaro.
Seperti kita tahu bahwa fungsi klep pada mobil pada dasarnya untuk mengatur besaran bahan bakar yang masuk pada ruang bakar dan besar sisa pembakaran yang keluar melalui knalpot. “Jika tinggi klep berbeda-beda, jelas mesin menjadi tidak bertenaga, boros bahan bakar dan tidak enak digunakan,” tambah Jasin lagi.
Jelas ini bukan masalah sepele, karena kita sebagai konsumen ketika membeli mobil baru dari showroom, menginginkan performa yang sempurna, terutama bagian mesin. Banyak sekali mobil-mobil yang di dominasi oleh mobil-mobil Jepang mempunyai rentang tinggi klep yang berbeda-beda, seperti Daihatsu Xenia 1.0, Mitsubishi Mirage, Toyota Agya, Suzuki Karimun Wagon R, Ford Ecosport, Mazda 2, Toyota Innova dan Fortuner Diesel, Toyota Avanza, Toyota Rush dan masih banyak lagi .
“Biasanya, tingkat presisi pabrikan untuk lifter per 0,02 mm, namun pada kenyataannya ada selisih pada setiap lifter hingga angka 0,13 mm,” tambah pria ramah penyuka fotografi ini.
Untuk solusi masalah ini, Provis mempunyai produk yang diberi nama OPTIK alias Optimalisasi Klep. Di mana hal ini memungkinkan valve lifter yang bermasalah dan mempunyai tinggi klep berbeda di setting sedemikian rupa agar menjadi sama.
“Semua lifter diukur dan di copot satu persatu. Dengan Optik, tingkat presisi dioptimalkan hingga 0,01 mm. Hasilnya sudah ratusan mobil yang melakukan hal ini dan berhasil dengan baik. Mesin menjadi jauh lebih halus, tenang, bertenaga dan irit bahan bakar,” tutup Jasin.