MotoGP 2026: Cermati Tim Yang Ia Tinggalkan, Gigi Permak Ulang Ducati GP26 di Pabrik

Rabu, 01/04/2026 23:29 WIB | Rulin purba
Luigi Dall`Igna (GM Ducati Corse). (Foto: l`equipe)
Luigi Dall`Igna (GM Ducati Corse). (Foto: l`equipe)

mobilinanews (Italia) - Tiga race musim ini mendatangkan dua pukulan telak sekaligus juga bikin malu bos Ducati Luigi 'Gigi' Dall'Igna. 

Dari tiga race musim ini semuanya dimenangkan Aprilia. Bukan lagi hanya Marco Bezzecchi yang ditakutkan tetapi Jorge Martin juga mulai garang bersama Aprilia RS-GP. 

Sebaliknya' 4 pembesut motor pabrikan GP26 telah gagal total. Dari 3 race itu hanya sekali naik podium lewat pembalap tim satelit VR46 Fabio Di Giannantonio di GP Brasil.  Di Thailand dan Amerika, Ducati terlempar dari zona podium. Dan, pada tiga race itu skuad Aprilia selalu double podium.

Jelas kalau Desmosedici GP26 yang diluncurkan Ducati tahun ini sudah gagal total. Semua katagori kejuaraan dunia saat ini (pembalap,  konstruktor dan kejuaraan tim) semuanya dikuasai Aprilia.

Kegagalan GP26 berarti kegagalan Gigi selaku pemimpin proyek MotoGP di Ducati Corse. Konsekuensinya, ia kini menanggung beban atau juga mungkin malu untuk 2 hal. Pertama adalah reputasi Ducati yang anjlok tahun ini yakni tanpa podium setelah podium beruntun selama 88 balapan sebelum seri Thailand. Sebuah gambaran bahwa dominasi Ducati sejak 2022 mulai goyah.

Yang kedua adalah karena kekalahan telak itu datang dari skuad Aprilia, pabrikan Italia yang ditinggalkan begitu saja oleh Gigi pada 2013 untuk membangun Ducati.

Gigi pun mengakui kini timnya tertinggal dari Aprilia. Ia tak menyalahkan Marc Marquez, Alex Marquez dan Francesco Bagnaia yang sejauh ini belum menikmati podium seperti Giannantonio.  Ada 4 unit GP26 yang diluncurkan dan semuanya kalah dari Aprilia RS-GP, motor yang ditinggalkan Gigi saat berada di kasta paling rendah MotoGP pada 2013 itu.

Mengevaluasi hasil tiga race itu GIgi dalam tulisannya di website Ducati menyebut kelemahan GP26 dari RS-GP bukan pada mesin tetapi terletak pada aspek aerodinamika. Aprilia sudah unggul pada sektor itu dengan komponen yang unik, agresif dan terbukti mumpuni.

Tidak demikian halnya dengan Ducati yang sejak edisi GP24 tidak terlalu banyak mengembangkan aero kit-nya.

"Sekarang rival sudah sangat kompetitif. Kami perlu bekerja keras untuk meningkatkan performa motor dan menempatkan pembalap kami pada posisi untuk memberikan yang terbaik," ucap Gigi.

“Di AS, kami mengalami kesulitan lebih dari yang seharusnya. Ini sebuah peringatan yang harus mendorong kami kembali meraih kemenangan."

Caranya?

Gigi mengandangkan lagi semua unit Desmosedici GP26 ke pabrik di Bologna, Italia. Tersedia waktu sepanjang sebulan untuk Gigi dan pasukan teknisnya untuk mempermak ulang sektor aerodinamika dan komponen pendukungnya. 

Kesempatan sebulan itu terbuka karena sepanjang April ini tak ada balapan akibat pembatalan GP Qatar sebagai imbas perang di kawasan Timur Tengah.

Para ducatisti kini boleh berharap GP26 baru versi permakan bisa dibawa ke seri GP   Spanyol, Sirkuit Jerez bulan depan. Kebetulan usai balapan ini akan digelar juga  tes resmi MotoGP.  (r)