mobilinanews.com (Jakarta) - Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi secara resmi menyatakan akan maju menjadi ketua umum PP IMI. Pria yang masih aktif sebagai speed offroader dengan tim Banteng Motorsport ini optimis akan didukung para Pengprov IMI untuk memajukan organisasi bermotor Indonesia itu.
Di sela-sela hadir pada acara buka puasa bersama yang diadakan Pengprov IMI DKI, di Dapur Sunda Cipete Jakarta Selatan, Sabtu (4/7), mobilinanews berkesempatan melakukan wawancara dengan penasehat IMI DKI yang dikenal suka blak-blakan ini. Berikut petikannya.
Apa latar belakang mendasari Anda maju sebagai ketua umum PP IMI periode mendatang?
Sebagai atlet otomotif, saya tergerak untuk ikut memajukan IMI. Banyak hal bisa dilakukan untuk memajukan IMI. Misalnya, membangun sirkuit baru untuk menampung kegiatan anak muda yang hobi balap. Lalu juga membangun kantor permanen untuk PP IMI. Organisasi IMI itu umurnya sudah lebih 100 tahun, tapi sampai sekarang belum memiliki gedung sendiri.
Anda bertekad akan membangun kantor permanen untuk IMI?
Itu salah satu program saya. Intinya, kalau kita mau pasti bisa. Di DKI itu akan tanah masih banyak. Kalau untuk kegiatan positif, pasti bisa diupayakan. Bisa ngobrol dengan Pak Gubernur, IMI dan kepada perwakilan rakyat di DPRD.
Lalu soal sirkuit yang di Rawabokor dekat bandara Soekarno Hatta itu sudah sampai mana perencanaannya?
Ya itu sedang dikaji. Sekarang luas tanahnya 65 – 85 hektar. Masih perlu sedikit lagi untuk bisa 100 hektar. Nantinya sirkuit itu untuk event MotoGP, motocross dan speed offroad. Jadi bisa untuk kegiatan olahraga nasional, internasional dan aktivitias positif generasi muda.
Kapan mulai pembangunan dan dari mana pembiayaannya untuk membangun sirkuit sekelas MotoGP itu?
Akan dicarikan dari CSR (dana kegiatan sosial). Kan di Jakarta ini banyak perusahaan besar. Sekarang tergantung pendekatannya dan tentu saja feed back untuk perusahaan tersebut. Dibutuhkan sekitar 1 triliun rupiah. Saya optimis bisa kok. Mulai dibangun tahun 2017, dengan pembangunan sekitar 2 tahun.
Anda confident karena didukung Haji Sam, pengusaha kaya dari Kalimantan Selatan yang sama-sama hobi offroad?
Tidak hanya dengan Haji Sam. Saya dekat dengan banyak orang, apalagi di komunitas speed offroad. Tapi harus diakui, beliau banyak membantu kemajuan offroad. Dulu belum ada Haji Sam, offroad mati enggan hidup tak mau. Berkat kreasinya offroad sekarang menjadi cabang motorsport di Indonesia yang paling hidup dan diminati.
Apakah IMI sudah banyak berperan terhadap kemajuan pebalap?
Itulah makanya. Kalau dibilang, IMI itu mestinya memiliki uang. Dulu kan punya Yayasan Otomotif Indonesia yang memiliki dana abadi. Tapi nggak jelas gimana itu kelanjutannya. Tapi kalau sekarang kan lebih banyak pribadi dan perusahaan. Seperti Rio Haryanto itu dari kantong pribadi orang tuanya dan Pertamina. Juga pebalap yang lain itu ke luar negeri karena dikirim timnya.
Dulu Anda memiliki pengalaman sebagai tim sukses Juliari Batubara dalam pencalonan ketum PP IMI. Apa yang bisa dipetik dari itu?
Artinya, itu bisa menjadi pengalaman saya ketika sekarang bersiap maju sebagai ketua umum PP IMI. Pasti banyak hal bisa dipelajari, tidak hanya menyangkut strategi tetapi juga hal-hal positif dan kemajuan beliau selama dua periode memimpin IMI.
Lalu apa strategi Anda untuk memenangi perebutan ketum IMI mendatang?
Kalau soal itu, strategi pemenangan, ya rahasia. Tidak boleh dibuka sekarang dong. Yang jelas sudah disiapkan strateginya, insyaallah akan didukung teman-teman Pengprov dan berhasil.