PP IMI Cederai Kesepakatan Soal Kejurnas Balap Motor

Kamis, 16/07/2015 13:57 WIB |

mobilinanews.com (Jakarta) – PP IMI dituding mengingkari kesepakatan soal  kejurnas balap motor dengan telah menunjuk promotor baru. Padahal hasil meeting yang dihadiri APM (Agen Pemegang Merek), badan pengawas, Pengprov, pronas dan PP IMI beberapa waktu lalu, ada beberapa poin kesepakatan.

Empat kesepakatan itu adalah seri 1 dijalankan PP IMI (force majeour), 2. Selanjutnya PP IMI menawarkan ke Pengprov dan bila tak sanggung akan dibentuk konsorsium, 3. Standar penyelenggaraan minimal sama dengan tahun senbelumnya dan 4. Disarankan tetap memakai nama IP karena kontrak pebalap dengan sponsor memakai nama tersebut.

“Ya, sudah semestinya PP IMI melaksanakan kesepakatan itu. Bukan langsung menunjuk promotor baru yang belum tahu reputasinya. Itu promotor otomotif apa promotor band,” ujar Bambang Haribowo, anggota Badan Pengawas yang juga ketua Pengprov IMI kepada mobilinanews.

bam

Lebih lanjut pria yang karib disapa Bambang Kapten itu menyatakan dalam kondisi yang sudah sangat mepet waktunya (seri kedua dijadwalkan 8-9 Agustus di Sentul)  tidak ada yang sanggup jadi promotor Indoprix.

“Dalam kondisi seperti sekarang ini, tidak ada yang sanggup jadi promotor IP. Terlalu besar biayanya. Makanya kembalikan saja ke promotor yang lama, kenapa sih?,” lanjut pria dengan ciri khas topi koboinya itu.

“Indoprix itu itu kan cita-cita Pak Ari Batubara, kok malah sekarang dihabisin dengan mudahnya. Perjuangannya panjang dan biaya besar mas. Merobohkan bangunan lebih gampang daripada membangunnya. Mestinya kalau ada yang merasa dirugikan ya somasi saja,” lanjut Bambang.

Soal PP IMI yang tidak menjalankan kesepakatan, juga mendapat tanggapan A Judiarto ketua  umum  Pengprov IMI DKI. “Ini bukan kesalahan Pak Nanan Sukarna  selaku ketum PP IMI.  Ini oknum yang mau membelokkan hasil kesepakatan rapat. Kalau tidak sanggup ya biar cari yang bisa pegang komitmen dan menjalankan regulasi,” ujar Judiarto.