mobilinanews (Jakarta) - Toyota Indonesia terus mengembangkan produk-produk andalannya untuk bisa bertahan sebagai leader dalam pasar otomotif Indonesia. Tidak hanya pengembangan di sektor kenyamanan berkendara menggunakan Toyota, juga sisi kemanan menjadi concern Toyota.
Ini terlihat dari kehadiran Grand New Avanza dan Grand New Veloz yang semakin nyaman dan aman berkat aplikasi beberapa fitur keamanan seperti 3 point seatbelt, warning seatbelt penumpang, power window dengan jam protection, ABS di semua grade, side impact beam, ISOFIX dan top tether anchor, serta wireless key dengan immobilizer.
Fitur terakhir yang disebutkan merupakan yang pertama kalinya untuk low MPV Toyota. Wireless key dengan immobilizer ini biasanya dipakai pada mobil-mobil mewah untuk mencegah upaya kejahatan pencurian kendaraan.
Iwan Abdurrahman selaku Department Technical Service Division PT TAM mencoba menjelaskan bagaimana sistem kerja immobilizer pada Grand New Avanza saat ditemui di sela acara makan pagi acara test drive Grand New Avanza dan Veloz di Cirebon, Jumat (14/8).
"Sebut saja nama kuncinya A. Syarat mobil ini bisa hidup adalah ketika ECU mobil menyimpan nama si A tadi, karena sudah didaftarkan di pabrik. Jadi ketika kunci A tadi masuk, dibaca dan dikenali oleh komputer kecilnya bernama ID immobilizer, dia akan menyampaikan pada ECU besar kalau si A yang masuk. Ketika si ECU besar mengenali, maka dia akan mengeluarkan bensin dan percikan api dari busi saat di starter," jelasnya.
Namun sebaliknya, kata Iwan, jika yang masuk adalah kunci yang tidak terdaftar di ECU mobil, maka yang terjadi mobil tidak akan bisa hidup sama sekali. "Di starter mau, tapi bensin dan api gak akan keluar," tambah Iwan.
Ini yang dikatakan sebagai anti pencurian, karena apapun jenis kuncinya, baik yang dibuat duplikatnya atau sengaja beli tapi belum didaftarkan, atau karena dibongkar oleh kunci T sekalipun. Saat ECU tidak mengenali kunci maka sampai kapanpun ECU tidak akan memberi perintah menyalakan mesin Grand New Avanza.
"Jadi gak usah khawatir mobilnya dicuri. Untuk pengurusan pembuatan kunci duplikatnya melalui Toyota secara resmi pun tidaklah mudah. Saya minta surat kuasa, KTP pemilik, jadi betul-betul memastikan bahwa yang urus adalah pemilik mobil atau dikuasakan oleh pemilik mobil. Kemudian kita minta tanda tangan di atas materai," jelasnya.
"Jangan sampai ada orang pinjam mobil kita lalu dia bikin duplikat resminya dengan modal sejutaan lebih, dia bisa nyuri mobil kita, saya tidak mau itu. Itulah fungsi immobilizer Grand New Avanza."
Hadirnya fitur wireless key immobilizer di Grand New Avanza dan Grand New Veloz tentunya makin meingkatkan nilai value untuk low MPV paling laris di Indonesia selama 11 tahun terakhir ini.