Pecah Ban Di F1 Belgia, Vettel Kritik Pirelli

Selasa, 25/08/2015 08:20 WIB |

mobilinanews (Belgia) - Seri ke-11 balapan F1 di sitkuit Spa –Franchorchamps, Belgia, Minggu (23/8)  diwarnai dengan insiden pecah ban dialami pebalap Sebastian Vettel.

Apesnya, kejadian itu dialami andalan Ferrari itu hanya beberapa ratus meter menjelang finish. Sehingga Vettel yang sudah membayangkan podium tiga harus gigit jari. Pebalap Jerman itu akhirnya bisa menyelesaikan lomba dan menduduki peringkat 12.

Ban kanan belakang mobil Vettel pecah di lintasan lurus sektor Kemmel sehingga gagal naik podium saat menjalani Grand Prix ke-150 yang dilakoninya.

Vettel pun langsung melancarkan kritik kepada Pirelli yang menjadi pemasok tunggal ban di ajang balap jet darat itu. Sebelumnya Nico Rosberg dari tim Mercedes juga mengalami insiden sama pada sesi latihan Jumat.

"Semestinya hal seperti ini tidak perlu terjadi. Kalau ban Anda pecah hanya 200 meter menjelang finish, lupakan mimpi untuk bisa naik podium," ujar Vettel yang masih menempati  posisi tiga klasemen pebalap.

Namun pihak Pirelli yang telah 5 tahun terakhir sebagai penyedia ban di F1 justru menyalahkan  pihak Vettel. Produsen ban itu merasa heran dengan strategi satu pit stop yang diterapkan Ferrari.

Meski menjamin ban Pirelli tahan sampai 40 laps, namun direktur motorsport Pirelli, Paul Hembrey mengatakan tidak ada jaminan pasti. Mengingat hal itu juga bergantung pada situasi di lintasan balap.

"Ban sudah didesain sesuai standar yang telah diuji. Tapi ada saatnya harus bisa menghitung dengan tepat soal pemakaiannya. Kami menduga strateginya mestinya dilakukan 2-3 pit stop seperti pada umumnya. Ferrari merasa bisa melakukan hanya dengan sekali pit stop saja," komentar balik Hembrey.

Klasemen Pebalap F1
1.Lewis Hamilton    227
2.Nico Rosberg       199
3.Sebastian Vettel   160
4.Felipe Massa        82
5.Kimi Raikonen      82
Klasemen Kontruktor
1.Mercedes        428
2.Ferrari            242
3.Williams        161
4.Red Bull        108

Race Berikutnya GP Italia, Misano, 6 September 2015