mobilinanews (Belanda) - Perfecto, perfect, sempurna. Satu kata tepat untuk penampilan Francesco 'Pecco' Bagnaia di raceday GP Belanda, Sirkuit Assen, Minggu (30/6). Cicilan hutang kepada Jorge Martin tinggal 10 poin.
Bukan karena rivalnya melemah, tapi Bagnaia (Italia/Ducati) memang tampil sempurna di Assen. Memimpin semua sesi dalam tiga hari race weekend, kecuali sesi pemanasan jelang balapan.
Ia raih pole position perdana musim ini, memang di sprint race, dan cetak hattrick dengan kemenangan kali ketiga di Assen setelah musim 2022 dan 2023. Wajar media Italia memberinya status The New Master di Assen, gelar yang juga disematkan kepada gurunya, Valentino Rossi.
Kehebatan Pecco bersama Desmosedici GP24 pun tergambar dari rekor kecepatan baru di trek berkarakter cepat itu. Catatan waktunya pada race kali ini pun tercatat lebih cepat 30,2 detik dari tahun lalu. Dan, kini ia menyamai rekor kemenangan Casey Stoner yang selama ini paling banyak untuk Ducati dengan jumlah 23. Tinggal tunggu waktu bukukan rekor baru.
"Semuanya berjalan sempurna. Mulai dari setingan motor, pemilihan ban dan faktor cuaca. Kami beruntung," ucap Pecco yang sejak start hingga garis finish tak sekali pun terganggu oleh rivalnya.
Mendapuk total poin 37 di Assen (12 dari sprint dan 24 dari main race), membuat 'cicilan' hutang kepada Jorge Martin di klasemen sementara tinggal 10 poin. Martin masih memimpin dengan total angka 200.
"Saya tak terobsesi untuk secepatnya ke puncak klasemen. Sedikit kesalahan bisa fatal karena Jorge sangat kuat musim ini. Mencicil dua atau 3 poin dalam race berikutnya sudah cukup," kata Pecco.
Martin sendiri mengaku tak bisa berbuat apa-apa untuk mengejar Bagnaia. Ia memilih jaga posisi P2 ketimbang ambil resiko. Performa motornya sebenarnya sudah membaik dibandingkan saat sprint race dengan masalah di roda depan. Tapi, itu tadi, motor dan kecepatan Bagnaia sangat sulit dilawan. Jika saat sprint kalah 2,3 detik dalam 13 laps, kini dengan total 26 ia kini kalah 3,6 detik.
"Kondisi motor jauh membaik dari kemarin, tapi tak cukup untuk melawan Pecco. Tapi, saya tetap bangga, pada akhirnya bisa meraih podium di Assen," kata rider tim Pramac Ducati itu yang terpaksa start dari P5, turun 3 posisi, karena dipenalti gegara melambat di racing line saat kualifikasi.
Kemenangan Bagnaia semakin sempurna karena rekan setimnya, Enea Bastianini, sukses finish podium ketiga meski start dari posisi ke sepuluh. Bagnaia diuntungkan karena Bastianini berhasil menahan Marc Marquez (Gresini Ducati) ke zona podium.
Itu berarti menjauhkan kejaran poin Marquez terhadap Bagnaia yang sempat mengkhawatirkan. Kini Bagnaia menjauh 41 poin dari Marquez.
Tapi, Bagnaia tetap harus waspada. Karena race selanjutnya berlangsung di Sachsenring, Jerman, dimana Marquez dijuluki sebagai King of Sachsenring karena meraja di sirkuit anticlockwise itu. (rn)