mobilinanews (Jakarta) - Kriminalitas di jalan semakin merajalela. Mulai dari pencurian hingga pembegalan mengancam para pengendara tanpa pandang bulu.
Oleh sebab itu, Bradsis perlu memahami bagaimana mencegah dan juga menghadapi kriminalitas tersebut melalui berbagai cara di bawah ini:
Menerapkan Defensive Driving
Cara pertama yang bisa Bradsis terapkan adalah defensive driving.
Teknik berkendara secara defensif tersebut merujuk pada perilaku mengutamakan kewaspadaan atas keselamatan Anda dan orang lain.
Bradsis perlu berpikir dengan matang ketika menerapkan teknik defensive driving. Lebih jelasnya, Bradsis tidak mengambil tindakan sembarangan ketika berkendara. Apabila ada pengendara lain yang berperilaku negatif, sebaiknya Bradsis tidak terprovokasi.
Adapun defensive driving memiliki empat poin yang mendasarinya, yaitu:
Kesadaran, Kewaspadaan, Antisipasi, dan Sikap dan perilaku.
Hindari Berkendara sambil Menggunakan Smartphone
Cara mencegah tindakan kriminal berikutnya adalah tidak berkendara sambil bermain smartphone. Aktivitas seperti bermain game, mendengar musik, atau unggah status di media sosial tidak tepat Anda lakukan saat berkendara.
Terutama bila area yang Anda lalui rawan dengan kriminalitas. Aktivitas bermain smartphone tersebut pun merupakan distraksi yang dapat membuyarkan fokus Anda di jalan.
Tidak Membuka Mobil secara Otomatis saat Masih Jauh
Membuka mobil secara otomatis yang dimaksud adalah membukanya menggunakan remote. Anda perlu menghindari hal ini ketika jarak Anda dengan mobil masih jauh.
Sebab, risiko pencurian bisa saja terjadi. Anda mungkin tidak menyadari bahwa ada pencuri yang bersembunyi di sekitar mobil. Mereka mengincar mobil Anda dan menunggu saat yang tepat untuk melakukan aksinya.
Menyimpan Barang Berharga dengan Aman
Kebiasaan buruk yang harus Anda tinggalkan adalah membiarkan barang berharga di dalam mobil. Meskipun Anda hanya keluar dan mampir sebentar, namun risiko tindakan kriminal seperti pencurian tetap ada.
Itulah mengapa, barang berharga seperti gadget dan dompet harus Anda simpan dengan baik. Lebih baik bila Anda membawanya bersama Anda ketika meninggalkan mobil agar terhindar dari risiko pencurian.
Pilih Rute Jalan yang Ramai dan Terang
Memilih rute perjalanan berkendara juga penting agar terhindar dari kriminalitas di jalan. Sebaiknya, pilihlah rute jalan yang ramai lancar. Anda juga perlu mengetahui letak kantor polisi terdekat di area jalan tersebut.
Bila Anda berkendara sendiri, hindari jalanan gelap dan sepi yang rentan kriminalitas. Lalu, pastikan baterai smartphone masih cukup dan aktif hingga Anda sampai tujuan. Jadi, Anda masih bisa menggunakannya jika harus menelepon untuk meminta pertolongan.
Anda pun bisa menyimpan nomor-nomor penting di kontak. Seperti nomor jasa derek yang aktif 24 jam serta nomor pengaduan polisi.
Tidak Berhenti di Sembarang Tempat
Pelaku kriminal sering menyerang pengendara yang sedang menepi di jalanan sepi. Mereka bisa merampok atau merampas harta benda Anda dengan mudah ketika tidak ada yang mengawasi.
Maka dari itu, Anda sebaiknya berhenti di area ramai saat ada urgensi yang harus diurus. Ini demi terhindar dari kriminalitas di jalan, mengingat area ramai banyak yang mengawasi. Jadi, pelaku pun enggan melancarkan aksinya.
Membawa Alat Pertahanan Diri
Apabila Anda dihadapkan pada situasi darurat yang memaksa untuk berhadapan dengan penjahat, lakukan pertahanan diri seoptimal mungkin. Anda perlu waspada saat penjahat memegang senjata. Biarkan penjahat mengambil barang Anda bila itu yang diincarnya.
Tetapi, lawan penjahat tersebut saat Anda yang menjadi incarannya. Inilah saat alat-alat pertahanan diri sangat Anda butuhkan. Semprotan merica, stun gun, sebatang besi, hingga payung adalah contoh peralatan yang bisa Anda gunakan untuk pertahanan diri.
Menyimpannya di dalam mobil perlu Anda lakukan untuk berjaga-jaga saat menghadapi tindak kriminal di jalan.
Periksa Kondisi Kendaraan sebelum Digunakan
Selanjutnya, biasakan untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum Anda menggunakannya. Ini untuk memastikan bahwa Anda menyadari secara jelas bahwa kondisi kendaraan aman untuk Anda kendarai.
Pemeriksaan kendaraan ini akan melindungi Anda dari pelaku penipuan di jalanan. Contohnya, Anda akan berusaha diberhentikan dengan dalih memberi tahu terdapat masalah pada kendaraan.
Usahakan Anda tidak langsung panik dan menepi. Bila ingin melakukannya, pastikan Anda berhenti pada area yang ramai sehingga banyak yang mengawasi.
Jangan Berkendara Sendiri
Berkendara menuju daerah yang belum pernah Anda kunjungi bisa berbahaya. Anda belum mengenal medan jalannya dengan baik sehingga meningkatkan risiko mengalami tindak kriminal. Terutama bila Anda berkendara seorang diri.
Oleh karena itu, selalu upayakan agar memiliki orang lain untuk menemani Anda sepanjang perjalanan. Mintalah teman, keluarga, atau pasangan untuk menjadi teman berkendara Anda. Usahakan mereka adalah laki-laki.
Ini mengingat penjahat masih berani melancarkan aksinya ke dua orang perempuan. Sementara itu, mereka akan menghindari Anda bila ditemani oleh laki-laki. Penyebabnya bisa karena tingkat kesulitan jadi lebih tinggi saat calon korban adalah laki-laki.
Sedia Perlengkapan Darurat
Mobil memiliki perlengkapan yang khusus digunakan ketika kendaraan dalam kondisi darurat. Misalnya, kabel jumper, kit alat untuk memperbaiki ban bocor, senter, hingga pemadam api.
Menyediakan berbagai perlengkapan tersebut di dalam mobil ketika berkendara jadi cara melindungi diri dari kriminalitas di jalan. Anda dapat segera memperbaiki kerusakan pada mobil untuk melanjutkan perjalanan dengan perlengkapan tersebut.
Berbeda jika tidak ada perlengkapan yang bisa Anda gunakan saat mobil rusak. Anda harus menghentikan perjalanan di area yang mungkin tidak familiar. Kriminalitas seperti perampokan, pencurian, hingga penipuan pun rentan Anda alami. (Arf)