Moto3 2026 Catalunya: Dominasi Hakim Danish vs Top Speed Gila Veda Ega Pratama, Siapa Unggul di Kualifikasi?

Jum'at, 15/05/2026 22:58 WIB | bagas
Hakim Danish #13 dan Veda Ega Pratama #9 (Foto: Honda)
Hakim Danish #13 dan Veda Ega Pratama #9 (Foto: Honda)

Mobilinanews (Barcelona) - Gelaran Moto3 musim 2026 putaran keenam di Sirkuit Catalunya, Spanyol, menyuguhkan drama persaingan teknis yang luar biasa antara dua talenta muda terbaik Asia Tenggara.

Dalam sesi latihan resmi (Practice) yang baru saja usai, rider asal Malaysia, Hakim Danish, berhasil menunjukkan dominasi mutlak, sementara harapan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus bersiap menghadapi tantangan dari babak kualifikasi pertama (Q1).

Hakim Danish yang membela tim AEON Credit - MT Helmets - MSI tampil begitu solid sejak awal. Setelah sebelumnya menguasai sesi FP1 sebagai yang tercepat, Danish membuktikan bahwa performanya bukan sekadar keberuntungan.

Ia berhasil mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 46,943 detik pada sesi Practice utama. Hasil ini memastikan Danish langsung melenggang ke kualifikasi kedua (Q2) dan menjadi ancaman serius bagi para pembalap tuan rumah dalam perebutan pole position.

Keberhasilan Danish menempati posisi puncak klasemen tidak lepas dari ritme balapnya yang sangat konsisten di setiap sektor, terutama di Sektor 2 dan Sektor 4 di mana ia mencatatkan waktu parsial terbaik.

Di sisi lain, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa yang cukup unik. Meski secara akumulasi waktu lap ia belum berhasil menembus zona 14 besar untuk lolos ke Q2, data teknis menunjukkan bahwa motor Honda tunggangannya memiliki potensi luar biasa.

Berdasarkan data Maximum Speed resmi yang diterima, pembalap kelahiran Gunungkidul ini tercatat sebagai salah satu rider tercepat di lintasan lurus Catalunya dengan kecepatan puncak mencapai 246,0 km/jam.

Angka itu jauh mengungguli kecepatan puncak Hakim Danish yang hanya berada di angka 241,6 km/jam. Hal ini mengindikasikan bahwa secara teknis, aerodinamika dan performa mesin Veda sudah berada di level papan atas.

Namun, kendala Veda tampaknya terletak pada efisiensi di tikungan-tikungan teknis Sektor 3. Selisih waktu yang tipis di sektor tersebut membuatnya harus puas berada di luar zona aman dan wajib melalui babak Q1 terlebih dahulu.

Situasi harus memulai dari Q1 sebenarnya bisa menjadi berkah tersembunyi bagi Veda. Dengan waktu lintasan yang lebih banyak, ia memiliki kesempatan untuk menyempurnakan racing line dan mencari titik pengereman yang lebih presisi.

Rivalitas antara Danish dan Veda ini semakin memanaskan atmosfer di Catalunya. Jika Danish unggul dalam hal manajemen waktu lap, Veda memiliki senjata berupa kecepatan mentah yang bisa digunakan untuk melakukan slipstream saat kualifikasi atau race nanti.

Seluruh mata kini tertuju pada perjuangan Veda Ega Pratama. Jika ia mampu menjaga ketenangan dan memaksimalkan top speed Honda miliknya di sesi kualifikasi besok, bukan tidak mungkin ia akan memberikan kejutan besar bagi para rivalnya.