mobilinanews (Inggris) - Aura negatif tak hanya mengganggu performa Max Verstappen dan Sergio Perez di trek F1 belakangan ini. Organisasi tim Red Bull Racing (RBR) juga gonjang-ganjing.
Setelah desainer kawakan Adrian Newey, RBR juga kehilangan satu figur penting lainnya, Jonathan Wheatley, yang selama ini menjabat Sporting Director.
Hampir dua dekade di RBR, Wheatley punya peran penting mengantar tim Austria itu mendapuk 7 gelar juara dunia pembalap F1 lewat Sebastian Vettel (4) dan Verstappen (3), plus 8 juara dunia konstruktor. Baik sebagai manajer tim maupun direktur sport.
Wheatley resmi pisah dengan RBR pada akhir tahun 2024. Selanjutnya, paling lambat pada Juli 2025, ia menempati pos baru sebagai Team Principal Audi, tim pabrikan Jerman yang masuk gelanggang F1 mulai musim 2026.
Sebelumnya Newey, pakar aerodinamika legendaris F1, sudah undur diri dari RBR dan resmi keluar per akhir Maret 2025. Hingga saat ini belum ada kepastian ke tim mana ia berlabuh. Yang ngotot untuk merekrutnya adalah Ferrari dan Aston Martin.
Bos RBR Christian Horner menyebut Wheatley adalah figur penting dalam meraih seluruh prestasi RBR sejauh ini.
"Itu akan selamanya jadi cerita sukses dalam sejarah tim," katanya.
Wheatley sendiri mengaku sangat bangga bersama RBR selama ini.
"Tapi, tawaran Audi sangat unik dan sangat menantang. Prospek tim ini cerah di F1," kata Wheatley yang sebelumnya sempat dijagokan menjadi prinsipil tim RBR jika Horner keluar akibat kasus pelecehan beberapa bulan lalu.
Ia juga bersemangat ke Audi setelah tim ini mendapuk eks tim prinsipil Ferrari Mattia Binotto sebagai pemimpin proyek ke F1.
Tanpa Newey dan Wheatley, RBR dipaksa membangun struktur baru organisasinya. Sekaligus untuk menanggulangi kelemahan RB20 belakangan ini, sehingga pembalap Ferrari, Mc Laren dan Mercedes bergantian menekuk Verstappen di lintasan.
"Struktur baru segera diumumkan," tulis rilis tim RBR yang beredar ke media. (rn)