mobilinanews (Jepang) - Max Veratappen terpuruk di dua seri awal F1 2026. Posisinya di klasemen berada di P8. Di GP Jepang akhir pekan ini tak ada tanda-tanda ia akan bisa bersaing di baris depan.
Tapi, bukan masalah itu yang membuatnya ngambek saat tampil wajib melayani pertanyan media pada Kamis (26/3) sore di Suzuka. Acara berlangsung di hospitality tim Red Bull Racing yang mewah.
"Saya tak akan mulai.bicara sebelum orang itu keluar dari ruangan ini," tegas juara dunia F1 2021 sampai 2024 itu.
Telunjuknya mengarah kepada Giles Richard yang bekerja untuk media The Guardian. Sempat terjadi perdebatan, namun Vertappen tetap pada sikapnya dan dengan berteriak menyuruh Richard keluar dan akhirnya memang keluar.
Wartawan lain yang hadir langsung tahu kalau keridaksukaan Verstappen kepada jurnalis Inggirs itu berkaitan dengan acara jumpa pers usai GP Abu Dhabi 2025 dimana Verstappen kehilangan gelar dunia setelah kalah 2 poin dari pembalap Inggris Lando Norris (McLaren).
Saat itu Richard menyinggung kasus tubrukan Verstappen dengan driver Inggris lainnya, George Russell (Mercedes). Steward menyalahkan pembalap Belanda itu dan menghukumnya 10 detik. Akibatnya Verstappen hanya mendapuk 1 poin. Bila tak ada kasus itu maka Verstappen tentu meraih gelar ke-5-nya dengan mengalahkan Norris.
"Apakah sekarang Anda menyesali insiden itu?" tanya Richard saat Verstappen sudah kehilangan gelar.
Tampak benar ia tak suka dengan pertanyaan itu.
"Banyak sekali yang saya alami sepanjang musim ini, kenapa hanya itu yang ada dalam pikiran kamu. Kamu memberiku senyuman bodoh saat ini," ketus Verstappen saat itu meski pada akhirnya ia menjawab dengan menyebut peristiwa dengan Russell adalah racing incident yang normal terjadi di balapan.
Pengusiran Richard hanyalah insiden terbaru dari serangkaian kasus yang melibatkan pembalap Belanda itu dengan jurnalis Inggris.
Itu sinyal kalau Verstappen memang masih menyimpan luka lama usai kesuksesannya meraih gelar juara dunia kali pertama pada GP Abu Dhabi 2021 lewat keputusan sangat kontroversial. Saat itu Verstappen diadu dengan pertempuran penentuan di lap terakhir, satu lawan satu melawan pembalap Inggris Lewis Hamilton (Mercedes) dimana Verstappen sangat diuntungkan karena sudah ganti ban ke soft tyre sedangkan Hamilton masih gunakan ban bekompon keras.
Tentu saja media atau para jurnalis Inggris membulan-bulani keputusan restart 'langka' itu yang akhirnya membuat FIA Race Director saat itu dipecat. Gelar Hamilton disebut-sebut telah dirampok.
Sejak saat itu sampai saat pengusiran Richard tadi sore rupanya hubungan Verstappen dengan jurnalis Inggris belum harmonis. (r)