mobilinanews (Jakarta) - Potensi pasar kendaraan komersial di tahun 2024 semakin cerah di empat bulan belakangan ini. Walaupun pada awal tahun kondisi market agak melambat karena adanya pesta politik pemilu maupun hari raya Lebaran.
Hal ini diungkap oleh Chief Operating Officer Astra UD Trucks, Bambang Widjanarko. Baginya pelambatan pasar memang terjadi pada awal tahun namun untuk UD Trucks sendiri sudah reborn sejak April 2024.
"Pada semester 1 2024 di Januari, Februari, dan Maret, kita agak slow down karena karena ada pemilu dan ada lebaran . Kemudian mulai April, Mei, Juni kita mulai reborn lagi," papar Bambang beberapa Waktu lalu di Gedung ICE, BSD, Tangerang.
Dengan kondisi pasar yang membaik, penjualan UD Trucks semakin positif dan bisa mencapai target yang ingin dicapai pada tahun 2024. Mereka percaya diri (pede). Market share UD Trucks secara year on year-nya masi 10 persen.
"Market share kita sampai year on year Juni kemarin sudah hampir 10 persen. Jadi kita harapkan sampai akhir tahun nanti penjualan Quester kita harapkan sampai 1.700 unit dapat tercapai. Karena sekarang sudah setengahnya. 50 persenan," ungkap Bambang.
Terkait pasar potensial yang mendukung penjualan UD Trucks, Bambang menyebutkan sejauh ini penjualan truk mereka hamper menyentuh semua lini bisnis di Indonesia yang sementara berkembang dan tumbuh.
"Penjualan kita saat ini kebanyakan di segmen general cargo, konstruksi, oil and gas itu yang pakai Pertamina. Itu kebanyak UD Trucks Quester. Kemudian ada juga yang baru jalan yakni angkutan-angkutan mainging (pertambangan-red)," paparya.
Ia menjelaskan khusus untuk tambang, kebutuhan kendaraan komersialnya mulai tumbuh dengan baik, karena harga batu bara sudah mulai naik.
"Banyak kostumer kita yang mulai masuk ke tambang. Untuk itu mereka butuh dump-dump truk di maining dari kita," katanya.
Menyoal daerah dengan penjualan UD Trucks terbanyak, Bambang tidak menyebutkan secara detail, namun Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan menjadi daerah potensial bagi mereka.
"Kalau untuk daerah, pasar kita sesuai dengan kondisi market yang berkembang dan itu ada di kendaraan komersial kategori 35. Sekarang ini penjualan sudah mulai merata. Dulu kan hanya di Pulau Jawa. Saat ini Pulau Sumatera itu mulai hidup. Jadi kita di Sumatera sekarang penjualannya mulai meningkat. Tambahan, sekarang pasar mulai bergerak positif lagi di Kalimantan," tukasnya.