mobilinanews (Austria) - Debut Marc Marquez di atas Ducati terbilang sukses. Usai GP Austria ia masih masuk daftar pemburu gelar juara dunia MotoGP 2024.
Tapi, juara dunia MotoGP 6 kali itu tak mau memikirkan hal itu meski performanya di atas Desmosedici GP23 terus membaik.
"Jika sudah lebih dari 1000 hari anda tak pernah menang, maka tak pantas berpikir untuk meraih gelar," ujar MM93 yangwng sudah tak lagi pernah memenangkan balapan MotoGP sejak kali terakhir di GP Emilia Romagna, Misano, Italia, pada musim 2021 yang hampir 3 tahun.
Tiga bulan silam ia masih jadi salah satu penantang dalam perebutan gelar 2024 bersama juara dunia bertahan Francesco Bagnaia (Ducati) dan Jorge Martin (Pramac Ducati). Posisinya lama bertahan di grup 3 Besar klasemen kejuaraan.
Tapi, kini posisinya melorot ke peringkat 4, dikalahkan Enea Bastianini (Ducati) meski hanya dengan selisih 22 poin.
Tapi, dengan Bagnaia di puncak klasemen, joki tim Gresini Ducati ini sudah tertinggal 83 poin.
Selisih itu masih terbuka dikejar dalam 9 race sisa tahun ini. Terlebih karena format lomba dengan 2 race yang menawarkan poin maksimum 37 per seri. Marquez menyebut sulit mengejarnya karena perbedaan teknis GP24 yang dipakai lawannya Selangkah lebih canggih dalam perangkat elektroniknya.
"Di Austria saya berkembang selangkah lebih baik, dari sebelumnya 2 atau 3 langkah di belakang Bagnaia dan Martin," tegas Marquez dan menyebut akselerasi motornya saat keluar tikungan menjadi poin paling lemah dibandingkan motor lawan.
Karena itu ia tak lagi memikirkan gelar. Fi paroh kedua musim 2024 ini ia hanya ingin terus mengembangkan diri di atas Ducati dengan target finish podium sebanyaknya. Syukur jika bisa meraih kemenangan perdana di atas sadel Ducati.
"Tak masalah apakah tahun ini bisa menang atau tidak. Jika bukan tahun ini, tahun depan bisa diraih, " imbuh Marquez yang tahun depan berpasangan dengan Bagnaia di tim pabrikan dengan spek motor yang sama. (rn)