mobilinanews (Meksiko) - Pesta pembukaan GP Meksiko berlangsung kolosal, glamour penuh warna. Di depan 155.000 penonton di Autodromo Hermanos Rodriguez. Dari semua penjuru muncul teriakan Checo, Checo, Checo!
Di luar sirkuit, gambar Sergio 'Checo' Perez bertebaran di jalan-jalanbutama Mexico City. Ia pahlawan.
Sayang, dukungan besar-besaran itu tak cukup mendongkrak performanya di atas RB20 besutan tim Red Bull Racing (RBR). Ia hanya P18 di kualifikasi dan finish P17 pada raceday. Ironisnya, ia sempat duel wheel to wheel dengan Liam Lawson, pembalap baru tim yunior Red Bull, RB, yang disebut-sebut kandidat pengganti Checo di RBR.
Rumor pun kembali beredar, kalau Checo akan didepak RBR pada sisa musim kompetisi tahun ini. Yuki Tsunoda atau Lawson siap promosi. Setidaknya begitulah pikiran Helmut Marko sebagai penasehat senior RBR dan bertanggungjawab atas pembinaan pembalap muda RBR.
Tapi, lain dengan bos RBR satunya, Team Principal Christian Horner. Ia kecewa kepada Checo karena ia menjadi faktor utama kekalahan RBR di kejuaraan dunia konstruktor. Di GP Meksiko itu pula Ferrari sukses melampaui RBR dalam kejuaraan itu.
Tapi, untuk mendepaknya begitu saja jelas tak mudah buat Horner. Ia harus berpikir panjang karena bagaimana pun Perez membawa jumlah uang yang banyak dari sponsor pribadinya dari Meksiko. Ia juga punya basis penggemar besar di seantero Amerika dan karena itulah Liberty Media selaku pemilik hajat F1 merasa perlu mempertahankannya.
Beberapa bulan lalu RBR sebenarnya sudah siap memecat Perez tapi kemudian diberikan waktu hingga GP Meksiko. Konon kabarnya keputusan itu karena ada intervensi Liberty Media yang tak ingin GP Meksiko kehilangan kesemarakan tanpa Checo.
Kini Horner mengaku dilematis untuk menentukan masa depan Perez. Selain sponsor pribadi Perez yang masuk ke kas RBR sangat besar, sekitar 40 juta USD per musim, pasar di Amerika juga tak bisa diabaikan RBR dengan para sponsor lainnya.
Di GP Meksiko ini pula akhirnya Chairman Telmex Carlos Slim ikut bicara. Orang Terkaya Meksiko menegaskan tak perlu meresahkan masa depan Perez karena ia punya kontrak resmi pada 2025. Ayah Carlos Slim pernah menjadi orang terkaya sedunia pada tahun 2013 dan saat ini peringkatnya berada di urutan 19 terkaya dunia.
Bos perusahaan telekomunikasi Meksiko itu memang sudah berencana keluar dari sponsorship RBR lantaran tim ini juga bekerjasama dengan perusahaan sejenis, AT&T milik AS. Menurut Slim tak bagus jika 2 perusahaan telekomunikasi besar menjadi sama-sama sponsor dalam tim yang sama.
"Kontrak kami dengan tim terpisah dengan kontrak personal dengan Checo. Jika tak ada keberlanjutan dengan tim kami akan tetap menjadi sponsor Checo. Kami ikut di mana pun ia berada," tegas Slim.
Jelas sekali Horner harus pertimbangkan kerugian materi jika harus kehilangan Peeez dengan segala benefit finansialnya. Ia juga harus dengarkan keinginan Max Verstappen yang lebih memilih tetap bersama Checo dibandingkan pembalap muda dan baru.
Dalam beberapa hari ke depan sepertinya RBR harus ambil keputusan. Beranikah RBR memecat Perez di tengah jalan, seperti dengan mudah memecat Daniel Ricciardo usai GP Singaoura lalu? (rn)