MotoGP 2024 Malaysia: Barcelona Menunggu, Final Italia vs Spanyol, 2 Lawan 2

Minggu, 03/11/2024 16:37 WIB | Rulin purba
Fight keras Jorge Martin dan Francesco Bagnaia di GP Malaysia, memaksa perburuan gelar sampai di ujung kalender 2024. (Foro: ist)
Fight keras Jorge Martin dan Francesco Bagnaia di GP Malaysia, memaksa perburuan gelar sampai di ujung kalender 2024. (Foro: ist)

mobilinanews (Malaysia) - Baru kali ini, di GP Malaysia, Minggu (3/11), Francesco  Bagnaia dan Jorge Martin lakoni duel ketat sepanjang musim 2024. Meski hanya 4 laps, inilah duel paling menegangkan buat fans masing-masing.

Sejak garis start, yang pertama maupun kedua, Bagnaia (Lenovo Ducati) dan Martin (Pramac Ducati) sudah buka persaingan dengan saling pepet ke T1. Sayang, race pertama kena red flag alias dihentikan lantaran kecelakaan besar di  belakang mereka antara Brad Binder dan Jack Miller (KTM) versus Fabio Quartararo (Yamaha). 

Begitu pula saat start ulang dengan durasi 19 laps. Empat lap awal diwarnai saling salip keduanya. Marc Marquez (Gresini Ducati) yang sudah menempel di  belakang mereka ikut bikin situasi kian mecekam.

Beberapa kali Martin sukses menyalip Bagnaia. Ia tak main aman meski sudah unggul 29 poin di klasemen. Tapi, setiap kali disalip, Bagnaia langsung merespons dengan menyalip ulang, langsung tekan pedal gas ke titik optimal, seolah tak berpikir lagi akibatnya. Manuvernya sangat berani, tetapi indah di mata penggemar.

"Di awal balapan saya pikir ia akan membiarkan saya di depan. Nyatanya ia menyerang dengan agresif. Saya harus jawab dengan cara yang sama, agresif," kata Bagnaia usai finish sebagai pemenang.

"Saya berjuang untuk menang. Sudah saya coba berkali-kali untuk ambil alih posisinya. Tapi, kecepatan Pecco luar biasa. Ia pun tampil sangat bagus," komentar Martin yang akhirnya membiarkan lawannya mencapai finish duluan.

Ya, pada akhirnya Martin memang harus bermain aman karena dalam perjuangannya fight di lap-lap awal, ia sempat melebar ke luar racing line dan nyaris disusul Marquez. Itu sebabnya kru Pramac pun sampaikan pesan lewat pit board agar Martin bermain fokus.

Hasil ini membuat penentuan gelar juara dunia 2024 akan ditentukan di putaran terakhir pada 15-17 November, yang kemungkinan besar berlangsung di Sirkuit, Barcelona, Spanyol. Ke sana Martin masih unggul 24 poin, tapi Bagnaia masih berpeluang raih trofi dunia karena ada 37 poin yang diperebutkan dari sesi sprint dan main race.

Menariknya, ketegangan pada partai final itu tak hanya melibatkan Bagnaia dan Martin, tetapi tak kalah seru adalah perebutan posisi 3 Besar klasemen akhir antara Enea Bastianini dan Marquez. 

Itu tak hanya menyangkut harga diri masing-masing tetapi juga mewakili nasionalisme fans Italia versus Spanyol. Seperti halnya persaingan timnas Italia dan Spanyol di kancah sepakbola Eropa, persaingan pembalap Italia dengan Spanyol juga selalu menjadi pemicu fanatisme komunitas kedua kubu.

Pertarungan final di Barcelona nanti berlangsung 2 lawan 2. Dua Italiano diwakili Bagnaia dan Bastianini, sementara di kubu Spanyol adalah Martin dan Marquez. Apakah wakil Italia atau Spanyol yang akan mengisi 3 Besar klasemen akhir 2024 menjadi penantian yang tak kalah menarik dengan penentuan gelar antara Martin dan  Bagnaia.

Untuk sementara, Sirkuit Barcelona ditetapkan Dorna sebagai trek pengganti Sirkuit Ricardo Tormo di  Valencia yang tadinya dijadwalkan menjadi penyelenggara seri penutup 2024. Valencia batal digunakan karena baru saja ditimpa musibah banjir bandang yang menelan banyak korban jiwa dan infrastruktur yang rusak parah.

Sifatnya masih sementara, kata Chief Sporting Officer Dorna Sports Carlos Ezpeleta, masih menunggu persetujuan pemerintah lokal Catalunya, Spanyol, dan pihak  Valencia.

"Semoga dalam dua hari ini semuanya selesai. Meski tak mudah namun waktu masih cukup untuk memindahkan perlombaan," kata putra CEO Dorna Carmelo Ezpeleta itu.

Ia menambahkan Sirkuit Barcelona menjadi pilihan tepat karena bisa ditempuh sekitar 3 jam perjalanan darat dari Valencia. Itu memudahkan persiapan logistik. Juga memudahkan fans MotoGP yang sejak jauh hari sudah mem-booking tiket dan akomodasi di Valencia.

Pada 24-26 Mei lalu sirkuit ini menggelar seri GP Catalunya. Saat itu local hero Aleix Espargaro (Aprilia) memenangkan sesi sprint race setelah Bagnaia bikin kesalahan dan DNF. Tapi, di sesi balapan utama besoknya, Bagnaia membalasnya dengan kemenangan. Apakah memori ini akan lebih menguntungkan Bagnaia dalam final race nanti, hanya waktu yang nanti menjawabnya.

Yang jelas, Bagnaia sudah paham dan sadar betul kalau kelemahannya berada pada sprint race. Sering jatuh sementara di main race ia sudah menorehkan 10 kemenangan. Jumlah kemenangan ini juga yang akan membuat Bagnaia jadi juara dunia kalau misalnya nilai poin dengan Marrin berjumlah sama seusai partai final nanti. 

"Poin saya banyak hilang di sprint race. Saya harus lakukan pendekatan berbeda," kata Bagnaia usai kecelakaan di sprint race GP Malaysia kemarin seperti yakin perburuan gelar tak akan berhenti di Malaysia.

Di pihak lain, Michelin pun mengakui cukup waktu guna memproduksi ban khusus untuk ke Barcelona. Hanya saja suhu yang lebih rendah saat ini dibandingkan Mei lalu membuat pabrikan Prancis itu harus memproduksi ban spesifikasi beda dengan sebelumnya. (rn)