mobilinanews (Inggris) - Melalui media sosial, FIA umumkan pemecatan Johnny Herbert selaku stewards dalam serial balap F1. Eks pembalap F1 itu pun membalasnya lewat medsos juga.
Surat pemecatan FIA beredar pada Rabu (29/1). Federasi Balap Mobil International itu tak menyebut alasan pemecatan mantan pembalap F1 era 1989 hingga 2000 itu meski menyinggung 'kerja' sampingan Herbert sebagai komentator atau pundit F1 yang acap bertentangan dengan fungsinya selaku stewards.
Media menyebut aktivitas sebagai analis F1 hanya salah satu sebab pemecatan. Alasan lain yang lebih fatal tetapi tidak disinggung FIA adalah peran Herbert yang secara rutin bekerjasama dengan rumah judi online atau judol. Caranya, ia memberikan analisa mendalam untuk dijadikan rujukan buat bandar menentukan pasar taruhan, juga rujukan bagi para petaruh yang berjudi di ranah F1.
Hanya selang beberapa jam, mantan punggawa tim Benetton, Tyrrel, Ligier, Sauber, Stewart dan Jaguar itu merespons keputusan FIA. Juga lewat media sosialnya, via Instagram.
Meski demikian, Herbert mengungkapkan rasa syukurnya saat menanggapi perkembangan terkini di aplikasi media sosial Instagram.
"Saya sangat bersyukur atas kesempatan menjadi FIA Driver Steward dan saya sangat menikmati peran yang saya geluti selama bertahun-tahun. Ini adalah pekerjaan yang sulit dan ada keputusan sulit yang harus diambil," tulis Herbert. .
“Sebagai Steward, kami telah dan akan terus memperlakukan pembalap dan personel tim dengan sangat hormat dan tetap tidak memihak sepanjang akhir pekan Grand Prix F1.
“Akhirnya, saya sangat berterima kasih kepada Presiden dan semua orang di FIA atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya," katanya tanpa membantah isu yang berkembang.
Meski demikian persoalan tak lantas selesai. Pemecatan Herbert memicu kembali ide untuk menggaji steward secara permanen. Itu agar steward tak perlu mencari pekerjaan lain untuk mencari uang terutama di bidang F1 juga seperti pengamat atau analis.
Dengan gaji tetap diharapkan steward akan terikat dengan FIA dan saat sama bisa menjaga independisinya saat jadi pengadil. Independen yang beberapa kali menjadi sorotan kepada Herbert, terlebih jika menyangkut pembalap asal Inggris.
Selama ini FIA menjadikan steward sebagai sukarelawan. Mereka tidak digaji, namun seluruh kebutuhan transportasi, akomodasi, konsumsi dan uang saku diberikan dalam jumlah memadai setiap kali bertugas.
Tugas itu pun tak tentu jumlahnya per tahun. Bergantian dengan steward lainnya. Herbert, misalnya, dalam 24 seri balap F1 tahun lalu hanya ditugaskan pada 8 seri lomba.
Ide menggaji tetap stewards sudah muncul sebelumnya tetapi tak bisa dijalankan FIA dengan alasan keterbatasan anggaran. Sekarang muncul lagi ide tersebut agar lebih menjamin sikap Iindependen para stewards. Tak seperti sikap Herbert yang dinilai kontroversial saat mengambil keputusan yang melibatkan pembalap Inggris, seperti kasus Lando Norris versus Max Verstappen (Belanda) dan George Russell melawan Fernando Alonso (Spanyol) di musim 2024. (r)