F1 2025 Bahrain: Gejolak Para Pembalap Muda Red Bull, Isack Hadjar Terang-Terangan Incar Kursi Yuki Tsunoda

Kamis, 10/04/2025 22:00 WIB | Rulin purba
Isack Hadjar (Prancis/Racing Bulls). (Foto: planetf1)
Isack Hadjar (Prancis/Racing Bulls). (Foto: planetf1)

mobilinanews (Bahrain) - Baru ikut tiga seri balapan 2025,  pembalap ruki Isack Hadjar sudah sukses masuk kualifikasi 7 Besar dan finish balapan P8 dengan ganjaran 4 poin perdana di F1. 

Prestasi gemerlap itu diraih driver Prancis berusia 20 tahun ini di GP Jepang lalu, ajang balap yang juga menjadi ujian buat dua pembalap muda Red Bull lainnya, Yuki Tsunoda dan Liam Lawson.

Lawson yang baru promosi ke tim utama Red Bull Racing (RBR) untuk mendampingi Max Verstappen, langsung didepak dan dikembalikan ke tim kedua Racing Bulls karena tampil buruk. Sementara Tsunoda yang tadinya rekan setim Hadjar di Red Bulls dipromosikan ke RBR mulai GP Jepang.

Di Jepang itu, Tsunoda yang bergemuruh didukung penonton tuan rumah gagal memberikan performa mengagumkan. Ia gagal masuk 10 Besar kualifikasi dan hanya finish P12. Sama buruknya dengan Lawson dengan mobil.lamanya,  hanya meraih finish ke-17 meski start dsri grid 13.

Sebaliknya dengan Hadjar. P7 di kualifikasi dan finish P8. Hanya kalah tipis dari pembalap sekaliber Lewis Hamilton (Ferrari) yang finish ke-7.

Hasil itu jelas rawan buat Tsunoda. Jika di seri Bahrain pekan ini atau di seri berikutnya masih jebluk juga bukan tak mungkin nasibnya seperti Lawson juga. Didegradasi ke tim Racing Bulls lagi.

Jika itu terjadi maka Hadjar punya kesempatan promosi menjadi pendamping Verstappen.  Apalagi kalau ia konsisten dengan performanya bermain di kelompok 10 Besar.

Saat dikonfirmasi atau tepatnya dikompori media, Hadjar tak menyembunyikan hasratnya untuk menggusur Tsunoda dari kursinya di RBR.

"Jika RBR memanggil, saya sudah sangat siap. Mereka tim besar dan target saya memang memperkuat tim ini, " ujar pembalap binaan Red Bull itu yang tahun lalu menjadi runner up kejuaraan dunia F2.

Kesiapan itu diperlihatkan  pada 3 seri balap yang sudah bergulir. Debutnya di GP Australia berakhir duka karena DNF sebelum balapan berlangsung. Ia kecelakaan saat formation lap. Di China ia finish P11, hanya satu posisi dari zona poin, dan di Jepang ia sudah petik poin perdana dalam karir F1-nya.

"Saya sudah lewati semua proses awal yang dibutuhkan sejak 2023 sebagai pembalap cadangan, pembalap penguji dan juga rutin menggunakan simulator," tegasnya.

Tiba di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Hadjar mengakui sangat termotivasi dan percaya diri setekah melalui 3 race tahun ini. Ia merasa mobilnya cukup ampuh pada semua lay out sirkuit. 

Setelah 10 Besar di SuUka, katanya, maka targetnya di Sakhir paling tidak ya masih berada di 10 Besar.

"Jujur saja, rasanya sangat sulit jadi pendamping Max. Tapi, itu justru membuat saya semakin ingin pergi ke sana, untuk mencari tahu mengapa. Dan, itu tetap menjadi target utama," tandasnya. 

Maka di Bahrain ini Hadjar yang akan dibanding-bandingkan dengan Tsunoda setelah Tsunoda versus Lawson di Jepang. Tak ada cara lain kecuali Hadjar harus menghajar lagi Tsunoda dan setelah itu menunggu keputusan petinggi RBR. (r)