MotoGP 2025: Jorge Martin Dipastikan Gagal Pertahankan Gelar, Mitos `Kutukan Nomor 1` Muncul Lagi

Jum'at, 18/04/2025 02:52 WIB | Rulin purba
Plat nomor 1 Jorge Martin di fairing Aprilia RS-GP,  tak bertanggung musim ini. (Foto: ist)
Plat nomor 1 Jorge Martin di fairing Aprilia RS-GP, tak bertanggung musim ini. (Foto: ist)

mobilinanews (Qatar) - Di kalangan balap motor, khususnya Italia, ada mitos yang disebut 'kutukan nomor 1'. Ini sebuah istilah yang merujuk kepada kepercayaan pembalap pemegang gelar juara dan plat nomor 1 akan gagal mempertahankan gelar pada musim berikutnya.

Di era MotoGP hal itu sudah terbukti dengan data berikut. Nicky Hayden meraih gelar 2006, namun gagal pertahankan gelar pada 2007 setelah pakai #1. Gelar 2007 jatuh kepada Casey Stoner, namun gelar ini gagal dipertahankan pada 2008.

Selanjutnya dibuktikan Jorge Lorenzo yang jadi juara dunia 2010. Ia pakai #1 pada 2011 dan gelar tahun itu jatuh kepada Stoner. Stoner rupanya tak percaya pada mitos itu dan memilih #1 lagi pada musim 2012. Gelarnya pun amblas dan pensiun di akhir musim.

Posisi Stoner di Honda pada 2013 beralih kepada Marc Maruez dan langsung juara dunia pada debutnya. Tak pernah pakai #1, Marquez beberapa kali sukses mempertahankan gelar dengan nomor 93.

Sukses sama dilakoni Valentino Rossi yang tetap pakai nomor ikonik 46 dan sukses beberapa kali juga mempertahankan gelar.

Mitos itu baru dipatahkan oleh Francesco Bagnaia. Pembalap Ducati itu meraih gelar pada 2022. Memutuskan pakai #1 2023 dan sukses perpanjang gelar pada musim itu. Gelarnya baru melayang pada musim 2024 saat dikalahkan Jorge Martin.

Martin pun memilih #1 di musim 2025. Sial, ia mengalami 3 kali kecelakaan fatal dalam 62 hari. Pada debutnya bersama Aprilia di winter test Malaysia, ia jatuh model high side, mematahkan tulang tangan dan kakinya.

Saat kondisi mulai pulih,  ia latihan naik motor jelang putaran pembuka seri tahun ini di GP Thailand, tapi hanya untuk jatuh lagi. Cidera pada tangannya pun semakin parah dan harus menepi lagi dan absen pada seri Thailand, Argentina dan AS.

Baru pada putaran keempat di Qatar ia come back. Tapi, lagi-lagi hanya untuk kecelakaan lagi. Kali ini parah karena dadanya juga cidera di bagian dalam dengan adanya udara di dalam paru-paru dan dinding dada. Tulang rusuknya pun patah atau retak di 11 bagian.

Kini Martin masih tinggal di Qatar dalam perawatan khusus di RS Hamad, Doha. Diperkirakan 2 minggu lagi baru bisa pulang ke Spanyol. Udara di dada harus disedot lewat alat khusus.

Dan, 11 titik kerusakan pada tulang rusuk itu tak bisa dioperasi dan hanya dibiarkan sembuh alami. Lama, karena setidaknya perlu waktu 3 bulan untuk hal itu. Dalam kurun waktu itu pergerakannya harus super ekstra hati-hati.

Juara dunia 2024 itu dipastikan absen tanding lagi setidaknya sampai akhir Juni mendatang atau sampai pertengahan Juli. Artinya, ia absen dalam total 8-10 race atau hampir separoh dari kalender  balap MotoGP 2025. Karena itu dipastikan ia akan gagal mempertahankan gelar, juga  plat nomor 1-nya. Karena sampai pada saat itu poinnya masih kosong. Sementara Marc Marquez yang jadi kandidat kuat juara musim ini, sekarang saja sudah mendulang 123 poin dari 4 seri balap.

Nasib yang kini menimpa Martin memang apa adanya atau memang kebenaran mitos kutukan nomor 1? Tak ada yang tahu.

Namanya mitos, ya ada yang percaya dan ada yang senyam-senyum saja menanggapinya.(r)