Mobilinanews (Kanada) - Kepala tim Red Bull Racing, Christian Horner mengaku merasa senang dengan performa dan penampilan bersih dari Max Verstappen pada seri putaran ke-10 Formula 1 (F1) 2025 di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada.
Dimana, Verstappen yang berhasil finis di posisi kedua, persis dibelakang pembalap Mercedes, George Russell yang meraih podium di urutan pertama telah bermain aman sehingga tidak mendapatkan poin penalti.
Sebelumnya, memang ada banyak yang membicarakan tentang dua rival itu yang berbagi baris terdepan di Kanada, dengan Russell yang bercanda setelah Kualifikasi bahwa ia memiliki lebih banyak poin penalti untuk dimainkan jika terjadi clash dengan Vestrappen.

Pasalnya, Verstappen masih mengantongi 11 poin penalti dan hanya terpaut satu poin dari larangan balapan. Namun, dua dari poin tersebut akan dikurangi setelah balapan berikutnya di seri putaran ke-11 di Austria yang akan memberikan nafas segar untuk pembalap asal Belanda itu.
"Saya pikir tidak dapat dihindari bahwa akan ada beberapa potensi permainan curang. Tapi Max, menurutku dia tampil sangat baik sepanjang akhir pekan. Dia tampil sangat bagus hari ini," ungkap Horner mengutip siaran resmi F1, Selasa (17/6/2025).
Verstappen menjalankan strategi agresif yang membuatnya masuk pit lebih awal untuk mencoba mengalahkan Russell, tetapi tidak berhasil. Meski begitu, Red Bull memiliki kecepatan untuk mengalahkan McLaren dan Ferrari, dann Verstappen mampu meraih podium kelimanya musim ini.
"Menurut saya, balapan ini sangat solid bagi kami. Kami berusaha keras sejak awal, dengan ban medium. Ban kemudian mulai terbuka. Jadi, menurut saya, stint kedua bagi kami mungkin merupakan stint yang paling tidak kompetitif bagi kami," lanjut Horner.
"Kami mulai membuka dan menguasai jalannya balapan. Namun, putaran terakhir sangat kuat dan sebenarnya lebih baik daripada berada di belakang Kimi (Antonelli) dan cukup sebanding dengan George di depan dengan ban [yang lebih muda] lima atau enam putaran," sambungnya.

Diketahui sebelumnya, Red Bull memang memprotes hasil finis Russell dengan mempertanyakan tindakannya saat mengemudi di belakang Safety Car, tetapi Horner menekankan bahwa itu adalah keputusan tim, dan bukan keputusan Max Verstappen.
Ini adalah kedua kalinya dalam lima balapan Red Bull untuk mempertanyakan kejenakaan Russell. Akan tetapi, para pengawas balapan mengklaim tidak menemukan kasus yang perlu dijawab pada akhirnya, tetapi posisi kedua masih cukup bagi Verstappen untuk memperkecil jarak klasemen.
"Itu tentu saja bukan urusan pribadi George. Peraturan yang ada cukup jelas. Jadi, kami mengajukan protes. Peraturan sangat jelas tentang Safety Car. Jika Anda ingat Checo [Sergio Perez} di Singapura tahun 2022 mendapat dua penalti untuk itu," tegas Horner.