Pemerintah Desak Wuling Hadirkan Mobil Listrik 7-Seater Pasar Minta, Konsumen Tunggu Realisasi

Rabu, 16/07/2025 14:15 WIB | Ade Nugroho
Pemerintah Desak Wuling Hadirkan Mobil Listrik 7-Seater Pasar Minta, Konsumen Tunggu Realisasi
Pemerintah Desak Wuling Hadirkan Mobil Listrik 7-Seater Pasar Minta, Konsumen Tunggu Realisasi

Mobilinanews (Jakarta) - Pemerintah Indonesia secara terbuka mendorong Wuling Motors untuk menghadirkan mobil listrik berkapasitas tujuh penumpang (7-seater) ke pasar domestik. Langkah ini dianggap penting demi menjawab kebutuhan mayoritas konsumen Tanah Air yang cenderung menyukai mobil keluarga berdimensi besar.

Dorongan ini disampaikan langsung oleh Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar di Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah. Ia menyebut bahwa pasar Indonesia adalah "7-seater market", dan Wuling sebagai pemain kuat di sektor kendaraan listrik harus merespons cepat tren ini.

“Mobil listrik adalah segmen yang sedang berkembang pesat. Jangan khawatir soal pasarnya, selama Anda hadirkan produk yang tepat,” kata Rachmat saat mengunjungi pabrik Wuling di Cikarang, Minggu (13/7/2025).

Penjualan Mobil Listrik Melonjak, Tapi Belum Ada 7-Seater

Menurut data, penjualan mobil listrik (BEV) di Indonesia naik signifikan—mencapai 43.188 unit sepanjang 2024, atau tumbuh 153,28% dibanding tahun sebelumnya. Sementara di paruh pertama 2025 saja, sudah terjual 35.846 unit BEV secara nasional.

Namun, semua model listrik Wuling yang beredar saat ini masih terbatas pada konfigurasi 5-penumpang, seperti Air EV, Binguo EV, dan Cloud EV. Sementara itu, segmen kendaraan niaga diisi oleh Wuling Mitra EV.

Padahal, Wuling sejatinya sudah memiliki MPV listrik 7-seater bernama Xingguang 730 EV di pasar global. Sayangnya, belum ada konfirmasi resmi apakah model ini akan diboyong ke Indonesia.

Harga Jadi Faktor Kunci

Rachmat menekankan bahwa harga juga jadi faktor utama dalam menarik minat pasar. Ia menyebut rentang harga ideal mobil keluarga di Indonesia berada di kisaran:

Rp 300 juta hingga Rp 700 jutaan,

dengan sweet spot sekitar Rp 400 juta untuk model listrik dengan fitur lengkap.

“Wuling harus membawa model 7-seater yang terjangkau. Saya tak perlu kasih tahu Anda soal pasarnya, Anda sudah tahu,” ujar Rachmat penuh tekanan namun bersahabat.

Wuling: Pionir Produksi BEV Lokal

Sejak meresmikan pabriknya di Cikarang pada 2017, Wuling telah memproduksi lebih dari 167.000 unit mobil, di mana 160.000 unit dijual di dalam negeri, dan 6.800 unit diekspor ke 18 negara dengan sistem setir kanan.

Pabrik Wuling yang berdiri di atas lahan 60 hektare itu juga menjadi yang pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas perakitan baterai mobil listrik secara lokal. Tak hanya itu, Wuling juga menyerap 1.000 tenaga kerja lokal dan membangun ekosistem purna jual yang kuat.

Saatnya Wuling Menjawab Tuntutan Pasar

Dengan potensi pasar mobil listrik yang terus tumbuh dan kebutuhan konsumen yang jelas akan model MPV listrik 7-penumpang, pemerintah berharap Wuling tidak sekadar unggul dalam teknologi dan produksi, tetapi juga mampu membaca kebutuhan dan selera lokal secara tepat.

Jika realisasi ini terjadi, bukan tidak mungkin Wuling akan kembali menjadi pemain dominan di segmen EV, tidak hanya karena harga, tetapi juga karena kemampuan menjawab kebutuhan keluarga Indonesia yang mencari efisiensi, ruang lega, dan teknologi ramah lingkungan.