Insentif Motor Listrik 2025 Dorong Penjualan Buka Akses untuk Kalangan Bawah

Minggu, 20/07/2025 12:15 WIB | Ade Nugroho
Insentif Motor Listrik 2025 Dorong Penjualan Buka Akses untuk Kalangan Bawah
Insentif Motor Listrik 2025 Dorong Penjualan Buka Akses untuk Kalangan Bawah

Mobilinanews (Jakarta) - Insentif motor listrik kembali menjadi sorotan publik. Tak hanya karena nilai subsidinya yang cukup signifikan, tetapi juga karena dampaknya yang mulai terasa nyata. Kebijakan ini dipercaya mampu mempercepat transisi energi sekaligus membuka akses kendaraan ramah lingkungan bagi masyarakat kelas bawah.

Menurut pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, kehadiran insentif merupakan katalis penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Kita bisa lihat insentif sebelumnya, seperti subsidi sebesar Rp 7 juta per unit, telah terbukti berhasil meningkatkan penjualan sepeda motor listrik secara signifikan,” ujar Yannes, Senin (14/7/2025).

Dari 11 Ribu ke 63 Ribu Unit: Bukti Insentif Bekerja

Data berbicara. Penjualan motor listrik di Indonesia melonjak dari 11.532 unit pada 2023 menjadi 63.145 unit pada 2024. Lonjakan ini jelas menunjukkan peran insentif pemerintah yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban konsumen, tetapi juga meningkatkan daya tarik terhadap teknologi baru ini.

“Harga yang lebih terjangkau akan mendorong lebih banyak masyarakat untuk beralih ke sepeda motor listrik. Kuncinya adalah seberapa besar insentif yang diberikan,” lanjut Yannes.

Dengan penurunan harga yang signifikan, motor listrik kini bukan lagi produk premium. Kalangan bawah yang dulu hanya bisa bermimpi kini mulai bisa menjangkaunya.

Bukan Cuma Harga, Infrastruktur Jadi Kunci Lainnya

Namun Yannes juga menekankan bahwa insentif saja tidak cukup. Pemerintah juga harus serius dalam memperluas infrastruktur pengisian daya, baik publik maupun rumahan. Salah satu usulan menarik adalah memberikan insentif tambahan atau kemudahan untuk menaikkan kapasitas daya listrik rumah tangga, agar masyarakat bisa melakukan home charging tanpa terkendala daya rendah.

“Perluasan infrastruktur pengisian daya serta kemudahan menaikkan daya listrik rumah yang rendah akan memperkuat efek dari insentif ini,” tegasnya.

Anggaran Disiapkan, Skema Masih Digodok

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, memastikan bahwa insentif motor listrik akan tetap dilanjutkan pada 2025. Bahkan, anggaran sebesar Rp 250 miliar telah disetujui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Rapat terakhir secara langsung disetujui oleh Bu Menkeu. Tinggal menentukan skema paling ideal,” ujar Faisol saat ditemui di Jakarta (1/7).

Ada dua skema insentif yang sedang digodok. Pertama, melanjutkan skema lama dengan subsidi Rp 7 juta per unit. Kedua, menyelaraskannya dengan skema Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) yang bisa memperluas efeknya, terutama bagi kendaraan impor atau CKD.