mobilinanews (Rep.Ceko) - So pasti Marc Marquez jadi unggulan paling layak memenangkan main race GP Rep.Ceko, Sirkuit Brno, pada Minggu (20/7) siang waktu lokal atau malam ini WIB. Siapa pendampingnya?
Ya, mengulas calon pendamping MM93 di podium jauh lebih asyik ketimbang ngomongin calon juara yang hampir pasti milik Marquez lagi jika balapan berlangsung normal. Lain soal jika hujan tiba-tiba mewarnai lomba.
Francesco Bagnaia yang start dari pole position layak meraih satu tempat. Rider Ducati lainnya, Alex Marquez (Gresini Ducati) yang sebelumnya rajin naik podium untuk kali ini sepertinya sulit menuju zona tersebut. Bukan hanya karena start dari grid ke-8, tapi faktor cidera parah di GP Belanda yang tampaknya belum pulih 100%.
Dari urutan start dan performa pada sesi sprint race Sabtu kemarin, layak untuk mengapungkan tiga pembalap non Ducati. Mereka adalah Fabio Quartarao (Yamaha) yang start front row (P3 dan finish ke-5, Marco Bezzecchi (Aprilia) yang start ke-4 dan finish di tempat sama, serta Pedro Acosta (KTM) yang start ke-7 tetapi finish P2 di belakang Marquez.
Kemarin satu podium lain diisi oleh Enea Bastianini (KTM Tech3) yang mengawali balapan dari posisi start ke-11. Tapi, untuk balap utama berdurasi 21 laps ini tampaknya perlu keberuntungan besar buat Bastianini untuk mengulang prestasi sama.
Karena itu peluang tersisa pada Quartararo, Bezzecchi dan Acosta. Ini yang bakal seru karena melibatkan tiga tim pabrikan berbeda. Ini soal gengsi masing-masing.
Quartararo sudah berulangkali start dari front row. Tapi untuk balapan panjang selalu bermasalah dengan kinerja ban pada Yamaha M1-nya.
Tinggal pada Bezzecchi dan Acosta.Jika tak sanggup.memenangkan balapan seperti di GP Inggris, setidaknya Bezzecchi siap berjuang meraih podium seperti di GP Belanda. Tapi, itu pun tak mudah karena ada Acosta.
Meski start ke-7, Acosta optimistis bisa naik podium lagi. Tak lain karena catatan waktunya di garis finish yang lebih cepat 0,611 detik dari Bezzecchi dan 1,494 detik atas Quartararo. Untuk ukuran motor MotoGP selisih waktu itu terbilang besar.
"Tugas saya adalah melakukan proses start sebaik saat sprint. Motor kami cocok di lintasan ini," kata Acosta yang sempat beberapa lap memimpin balapan saat sprint.
"Jadi pemimpin balapan itu karena pemberian Marc (dengan alasan taktik mengakali tekanan angin pada bannya), dan saya yakin cepat atau lambat ia akan menyalip. Tapi, meraih podium dari urutan start 7 murni karena performa RC16 benar-benar berkembang sesuai harapan," kata Acosta yang baru kali ini meraih podium sepanjang musim 2025 karena sempat dibekap cidera, dan karena itu hasil P2 dirayakan KTM seperti layaknya sebuah kemenangan.
Bisakah bintang muda kelas primer itu kembali mengatasi Quartararo dan Bezzecchi?
Silakan dapatkan jawabannya lewat tayangan langsung televisi malam nanti di rumah masing-masing.
Tapi, jika inginkan suasana yang lebih semarak dan bisa teriak-teriak mendukung joki favoritnya, silakan singgah ke Joglo Beer di kawasan Kemang, Jaksel, yang rutin menggelar nonton bareng MotoGP dan F1. Jadwal dan tempatnya ada di gambar atas. (r)