mobilinanews (Rep.Ceko) - Gara-gara menyeruduk Joan Mir (Honda) di main race GP Rep.Ceko kemarin, Alex Marquez (Gresini Ducati) harus menghadapi long lap penalty pada GP Austria, 17 Agustus mendatang.
Adinda Marc Marquez itu dinyatakan bersalah pada insiden itu, yang membuat ia dan Mir harus keluar dari balapan. Usai kejadian Alex sempat terlihat adu bacot dengan Mir.
Setelah menginvestigasi kejadian itu stewards memutuskan Alex yang bersalah dengan hukuman long lap penalty yang harus dijalani pada seri Austria.
Itu termasuk hukuman berat dalam raceday MotoGP. Ia harus melewati jalur ekstra yang didesain secara khusus mengikuti bagian luar sebuah tikungan.
Konsekuensinya ia akan kehilangan waktu setidaknya 2 detik. Dalam waktu bersamaan posisinya langsung disalip beberapa pembalap, bisa 5 sampai 10 pembalap tergantung seberapa banyak pembalap di belakangnya saat mengeksekusi hukuman. Pastinya itu akan mengurangi perolehan poinnya secara signifikan di garis finish. Peraturan ini diberlakukan MotoGP mulai musim 2019.
Mengapa kasus Alex ini menarik, tak lain karena dampaknya pada posisi penting di klasemen kejuaraan.
Musibah Alex ini adalah kesempatan besar buat Francesco Bagnaia untuk mengejar. Seusai seri Rep.Ceko, Alex masih kokoh di peringkat 2 klasemen dengan total poin 261. Dikuntit Bagnaia di urutan 3 dengan 213 poin. Maka, jika Bagnaia bisa mengeruk banyak poin dari Alex di Austria, perebutan gelar runner-up kembali bergairah menuju sisa race berikutnya.
Apalagi jika hal itu juga bisa dimanfaatkan Marco Bezzecchi (Aprilia) yang menghuni peringkat 4 klasemen dengan koleksi 156 poin atau selisih 57 angka dengan Bagnaia.
Pemimpin klasemen sementara, Marc Marquez (Ducati) sudah terlampau kuat di puncak klasemen dengan total poin 381. Tinggal menunggu waktu di seri mana ia mengunci gelar 2025. Karena itu pergulatan posisi 3 Besar antara Alex, Bagnaia dan Bezzecchi bisa diharapkan jadi sisa tontonan yang menarik dengan sajian duel-duel menarik.
Alex memahami kesulitan yang bakal menghadangnya di Austria. Tapi, ia tak ingin hal itu jadi beban pikiran. Ia lebih suka memanfaatkan libur kompetisi saat ini untuk rileks saja.
"Sekalian untuk memulihkan cidera (patah tulang jari tangan kiri di GP Belanda) yang belum sepenuhnya sembuh. Target saya tak berubah, yakni meraih P2 di klasemen akhir karena mengejar Marc di P1 nyaris mustahil," tandasnya.
Jika Marquez dan Alex nantinya benar-benar menempati 1-2 di klasemen akhir maka itu adalah rekor super spesial karena kali pertama dua bersaudara menempati posisi tersebut.
Karena itu pula wajar Alex lebih galak dan keras kepada Bagnaia saat balapan ketimbang kepada Marquez. (r)