Tol Yogyakarta Jalan Lagi Proyek Triliunan Ini Siap Dongkrak Ekonomi Lokal

Senin, 28/07/2025 14:35 WIB | Ade Nugroho
Tol Yogyakarta Jalan Lagi Proyek Triliunan Ini Siap Dongkrak Ekonomi Lokal
Tol Yogyakarta Jalan Lagi Proyek Triliunan Ini Siap Dongkrak Ekonomi Lokal

Mobilinanews (Yogyakarta) - Pembangunan dua proyek tol strategis di wilayah DI Yogyakarta kembali dilanjutkan setelah menemui titik temu soal penggunaan lahan milik pemerintah daerah. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) memastikan bahwa Tol Yogyakarta-Bawen dan Tol Solo-Kulon Progo kini siap digarap tanpa hambatan berarti.

Salah satu kesepakatan penting yang jadi sorotan publik adalah skema sewa lahan Pemda yang disepakati dengan tarif hanya Rp 1.000 per meter persegi per bulan. Angka yang sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai total proyek yang menyentuh puluhan triliun rupiah.

Skema Unik: Pemda Sewa Lahan ke Investor Tol, Rp 160 Miliar untuk 40 Tahun

Menurut Roy Rizali Anwar, Dirjen Bina Marga KemenPUPR, Pemprov DIY telah menyetujui penyewaan lahan seluas 32 hektare untuk jangka waktu 40 tahun, dengan nilai sewa mencapai Rp 160 miliar.

“Biaya sewa ditanggung oleh badan usaha jalan tol (BUJT) sebagai bagian dari investasi. Imbal baliknya berupa perpanjangan konsesi dan penyesuaian tarif saat tol mulai beroperasi,” jelas Roy.

Tol Yogyakarta-Bawen: Konektivitas Baru di Tengah Pulau Jawa

Tol Yogyakarta-Bawen merupakan salah satu proyek strategis nasional dengan nilai investasi Rp 14,26 triliun dan biaya konstruksi Rp 10,65 triliun. Jalan tol sepanjang 75,82 km ini akan menghubungkan berbagai pusat kota, kawasan wisata, dan pemukiman strategis di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Sebanyak 8,77 km dari total panjang tol melewati wilayah DI Yogyakarta. Operator proyek ini adalah PT Jasamarga Jogja Bawen, dengan target imbal hasil investasi 12,48% per tahun. Proyek ini diyakini dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal hingga 12% per tahun.

Tol Solo-Kulon Progo: Gerbang ke Bandara Baru dan Kawasan Wisata

Proyek tol lain yang tak kalah penting adalah Tol Solo-Kulon Progo yang dibangun oleh PT Jasa Marga Tbk dengan investasi mencapai Rp 27,49 triliun dan biaya konstruksi Rp 18,99 triliun.

Tol ini membentang sepanjang 96,57 km dan menjadi akses vital menuju Bandara Internasional Yogyakarta (NYIA) serta kawasan wisata di bagian tengah Pulau Jawa. Waktu tempuh Solo-Kulon Progo dipersingkat menjadi sekitar 20 menit, sebuah lompatan besar dalam efisiensi transportasi.

Sudah Mulai Beroperasi Sebagian, Target Nataru 2024/2025

Sebagian ruas tol Solo-Yogyakarta-NYIA sudah resmi beroperasi sejak 20 September 2024, yakni ruas Kartosuro-Klaten sepanjang 22,3 km.
Ruas Klaten-Prambanan sepanjang 8,5 km akan menyusul dibuka saat musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

Rute Diubah Demi Kearifan Lokal, Biaya Konstruksi Naik

Menariknya, dalam proses pembangunan, rute Tol Solo-Kulon Progo mengalami perubahan karena melewati tanah milik Gubernur DI Yogyakarta yang dianggap memiliki nilai sakral.

Menurut Menteri PUPR Dody Hanggodo, pengubahan rute ini akan berdampak pada kenaikan biaya konstruksi, yang saat ini masih dalam tahap diskusi dengan Jasa Marga.

“Kami tidak bisa mengabaikan kearifan lokal. Karena itu, kami sedang hitung ulang siapa yang akan menanggung kenaikan biaya tersebut,” ujar Dody.