mobilinanews (Spanyol) - Rivalitas legenda MotoGP Valentino Rossi dengan Marc Marquez belum juga reda meski sudah berlangsung 10 tahun, terhitung sejak crash keduanya di GP Malaysia 2015.
Karena itu pencapaian Marquez dalam banyak hal selalu dipertandingkan atau dikaitkan dengan nama besar The Doctor, julukan Rossi.
Soal koleksi gelar juara dunia, misalnya, selama ini Rossi terbaik dengan 9 gelar di semua kelas grand prix. Tujuh diantaranya kelas primer GP500/MotoGP.
Bukan rahasia lagi, Marquez sangat bernafsu mengejar rekor itu karena kini ia sudah mendulang 8 gtand prix. Enam diantaranya kelas MotoGP.
Karena ambisi itulah ia rela meninggalkan Honda dengan gaji, bonus dan kehormatan besarnya. Pergi ke tim satelit Ducati pada 2024 dan dengan target masuk tim pabrikan Ducati pada 2025 karena yakin hanya dengan Ducati ia bisa raih gelar MotoGP ke-7-nya dengan cepat.
"Saya tak bisa menunggu Honda tuntas membangun kembali kekuatannya yang bisa bertahun-tahun. Karena umur dan kemampuan pembalap ada batasnya. Saya tak mau menunggu umur 35 tahun untuk berjuang kembali mengejar gelar," tegas Marquez saat memutuskan pindah ke Ducati pada akhir tahun 2023.
Skenario itu berjalan mulus. Bersinar di Gresini sepanjang 2024 membuat laju ke tim pabrikan terbuka lebar buat Marquez.
Dan, usai Rep.Ceko beberapa hari lalu, Marquez sudah sangat kokoh di klasemen kejuaraan dunia dengan keunggulan 120 poin atas adiknya, Alex Marquez (Gresini Ducati), di peringkat kedua.
Tinggal 10 seri sisa balap tahun ini. Sudah pasti Marquez ogah menunggu selama itu untuk.mengunci gelar 2025. Melihat peta kekuatan sejauh ini, peluang memastikan gelar sangat terbuka di putaran 17 sampai 19 dari 22 seri balap tahun ini.
Tapi, juga bukan tak mungkin ia punya kesempatan menetapkan gelar itu di putaran ke-16 yang berlangsung di GP San Marino, Sirkuit Misano, yang dikenal sebagai 'milik' Valentino Rossi. Trek ini hanya belasan kilometer dari markas VR46 di Tavuilla, Italia, dimana Rossi dan anak didiknya macam Francesco Bagnaia, Franco Morbidelli, Marco Bezzecchi dan sang adik tiri Luca Marini rutin berlatih bersama.
Laga di Misano selalu dipenuhi pendukung Rossi, sekaligus yang memusuhi Marquez. Atmosfer itu tetap terjaga setiap tahun meski The Doctor sudah pensiun pada akhir 2021.
GP San Marino berlangsung pada Minggu 14 September 2025, setelah seri Austria, Hungaria, dan Catalunya. Dari 4 seri ini total poin yang bisa diraih Marquez adalah 148 jika memenangkan seluruh sesi sprint dan main race.
Jika dari jumlah itu ia bisa meraih keunggulan 103 poin dari Alex maka saat itu pulalah ia mengunci gelar 2025, saat 6 seri sisa masih tersedia.
Pada saat itu Marquez sudah mendulang 220+103 poin = 223. Artinya, ia sudah tak perlu main di enam laga terakhir karena poin maksimum yang bisa diraih Alex hanyalah 222.
Bila itu terjadi maka itu adalah pukulan sangat telak buat Rossi. Karena Marquez meraih gelar di rumah musuhnya, di depan fans fanatiknya, dari atas motor Made in Italy dan sekaligus menyamai rekor kebanggaan Rossi dan Italia.
Tertarikkah Marquez untuk mewujudkan skenario itu? Yang sangat mungkkn terjadi, apalagi jika berpikir culas, mislanya, dangan berkolaborasi dengan Alex yang targetnya hanyalah mempertahankan status runner up untuk musim ini.
"Jika menanyakan hal itu berarti Anda tidak mengenal saya," tegas Marquez saat hal itu ditanya jurnalis media terkenal Spanyol, Marca.
"Saya tak akan bicara dimana atau kapan saya ingin memastikan gelar tahun ini. Mentalitas bertanding saya tak akan berubah. Jika beresiko atau berat menjadi juara maka saya hanya akan memenej penampilan untuk meraih poin sebisanya. Tapi, jika saya bisa menjadi juara maka itu akan saya coba perjuangkan."
Komentar bijak dari seorang Marquez yang kini berusia 32 tahun. Tapi, semua tahu betapa bersemangatnya Marquez untuk coba memenangi seluruh balapan. Seperti ia tunjukkan dengan 11 kemenangan dari 12 sprint sprint race sejauh ini dan 7 kali juara di 12 race awal.
Jadi, percayalah, jika bisa memastikan gelar tahun ini di kandang Rossi maka pasti ia perjuangkan. Ia tak perlu mempertimbangkan akan seperti apa perasaan Rossi, pembalap idola Marquez saat kecil itu. (r)