mobilinanews (Tangerang) – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi jantung ekonomi di tengah perlambatan ekonomi global yang mengancam stabilitas ekonomi nasional.
UMKM mampu menyerap hampir 97% tenaga kerja nasional dan berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), UMKM bukan hanya menjadi mesin pencipta lapangan kerja, tetapi juga penopang utama kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.
Dalam Dialog Industri Otomotif Nasional bertema “UMKM Di Tengah Badai: Menjaga Ekonomi Rakyat Saat Perlambatan Ekonomi Global”, yang berlangsung Senin (28/7), terbentuk kolaborasi untuk mendukung kemajuan UMKM lebih jauh.
Hadir dalam diskusi itu, pelaku industri otomotif, dan pelaku UMKM yang diwakili oleh Cing Hok Rifin, Director of Sales PT Sokonindo Autombile, selaku Agen Pemegang Merk DFSK di Indonesia, Hermawati Setyorinny, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMANDIRI) serta Albertus Whitney, General Manager Karoseri Explora Delima Mandiri.
Dalam diskusi mereka membahas peran penting inovasi kendaraan listrik sebagai solusi menghadapi tantangan efisiensi biaya operasional, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Kolaborasi UMKM dan Kendaraan Niaga
Kendaraan listrik membuka peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Dibandingkan kendaraan konvensional berbahan bakar fosil.
Kendaraan listrik menawarkan penghematan signifikan dalam konsumsi energi, biaya perawatan yang lebih rendah, serta insentif fiskal seperti pembebasan atau pengurangan pajak tahunan kendaraan.
DFSK sebagai salah satu pelaku industri otomotif yang berkomitmen mendukung UMKM, menghadirkan solusi kendaraan niaga yang sesuai dengan berbagai kebutuhan pelaku usaha, yakni DFSK Supercab dan DFSK Gelora E.
Director of Sales PT Sokonindo Autombile, Cing Hok Rifin mengatakan bahwa mereka melihat peran UMKM sangat strategis dalam menjaga roda perekonomian.
“Oleh karena itu, DFSK menghadirkan solusi pilihan kendaraan niaga yang tidak hanya efisien secara biaya operasional, tetapi juga sejalan dengan visi keberlanjutan lingkungan,” ujar Cing Hok Rifin.
Ketua Umum Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS), Munawar Chalil, menegaskan pentingnya peran serta industri otomotif dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh.
Baginya, UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun untuk berkembang secara berkesinambungan, mereka memerlukan dukungan nyata dari berbagai sektor, termasuk industri otomotif
“Kolaborasi dalam menyediakan kendaraan niaga yang handal, efisien, ramah lingkungan, dan terjangkau adalah langkah konkret untuk membangun usaha berbasis UMKM yang solid dan mampu bertahan menghadapi tantangan global,” ungkapnya.
Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMANDIRI), juga menegaskan pentingnya langkah-langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di tengah perlambatan ekonomi.
“Kami melihat bahwa sinergi dengan sektor otomotif, terutama melalui pemanfaatan kendaraan listrik yang hemat dan ramah lingkungan, menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing UMKM ke depan.,” paparnya.
Selain itu, pelatihan manajemen usaha, akses pembiayaan yang mudah, dan infrastruktur pendukung juga harus terus diperkuat,” pungkas Hermawati.
Sementara Albertus Whitney dari Perusahaan Karoseri Delima Mandiri menjelaskan berbagai format karoseri kendaraan niaga yang bisa diimplementasikan sesuai dengan beragam kebutuhan sektor UMKM.
“Kendaraan niaga dapat kami bangun sesuai kebutuhan dan kapasitas yang dimiliki oleh masing-masing pelaku usaha. Selalu ada ruang inovasi untuk merealisasikan kebutuhan mereka,” tutur Whitney.