mobilinanews (Swiss) - Grand Prix Commisioan (GPC) baru saja sebar rilis perubahan regulasi bahan bakar semua kelas balap motor grand prix pada musim 2027.
Dalam rapat khusus GPC pada Rabu (30/7) siang atau malam WIB, para pemangku hajat grand prix (Moto3, moto2 dan MotoGP sepakat bulat untuk tak lagi menggunakan bahan bakar hasil penyulingan minyak mentah seperti selama ini.
Hadir dalam forum itu adalah Paul Duparc (FIM), Hervé Poncharal (IRTA/Asosiasi Tim Balap Internasional), Biense Bierma (MSMA/Asosiasi Pabrikan Motor), Carmelo Ezpeleta (Chairman Dorna/prnyelenggara dan pemilik hak komersial GP), Jorge Viegas (FIM President), Mike Webb (IRTA, Secretary of the Meeting), Carlos Ezpeleta (Dorna), Corrado Cecchinelli (Director of Technology), Paul King (FIM CCR Director) dan Dominique Hebrard (FIM CTI Technical Manager).
Dalam rangka menjaga lingkungan dan mengembangkan energi terbarukan, FIM (Federasi Balap Motor Internasional) sejak musim 2024 mengharuskan bahan bakar digunakan dalam balapan terdiri dari setidaknya mengandung 40% non-fosil.
Transisi itu sekarang akan dilanjutkan dengan peralihan yang sepenuhnya diwajibkan ke 100% bahan bakar non-fosil pada tahun 2027. Menandai perubahan signifikan dari bahan bakar saat ini yang sebagian besar berasal dari penyulingan minyak mentah.
Tak lagi diperoleh melalui penyulingan minyak mentah maka bagan bakar baru pada prinsipnya dapat berupa:
• biofuel, yaitu bahan bakar yang diperoleh dari sumber hayati
• e-fuel yang diperoleh melalui. penangkapan CO2 langsung di atmosfer.
Masih ada satu musim penuh pada 2026 sebekum efektif menggunakan bahan bakar baru. Yang sudah pasti terdampak adalah produsen minyak dunia yang selama ini memanfaatkan bahan bakar fosil. Ironisnya produsen ini banyak yang menjadi sponsor besar tim peserta grand prix.