VinFast dan Investasi Hijau dalam Arus Perkembangan Mobilitas Ramah Lingkungan di Indonesia

Jum'at, 01/08/2025 22:15 WIB | Wilfrid Kolo
Petinggi VinFast Indoenesia dan Gita Wirjawan Saat Talkshow membahas perkembangan industri kendaraan listrik di Tanah Air
Petinggi VinFast Indoenesia dan Gita Wirjawan Saat Talkshow membahas perkembangan industri kendaraan listrik di Tanah Air

mobilinanews (Tangerang) – Perkembangan mobil listrik di Indonesia beberapa tahun belakangan cukup pesat. Apalagi ekosistemnya terus meningkat seiring dengan mengalirnya dukungan dari pemerintah.

Pasarnya mobil listrik yang semakin seksi, membuatnya semakin strategis di industri otomotif sehingga menjadi perhatian. Lebih dari itu, investasi yang mengiringinya menghidupkan ekonomi di berbagi lini.

Hal ini menjadi topik hangat  dalam VIN Talks bertajuk Investing in Impact - Catalyzing Indonesia’s Green Economy Through Policy & Private Sector Collaboration,” yang menghadirkan tokoh pendidikan, pengusaha, dan pembawa acara podcast Endgame, Gita Wirjawan, bersama CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto di ICE, BSD, Jumat (1/7)

Berkaitan dengan industri hijau yang menyentuh industri otomotif, Indonesia memasuki dekade penting transformasi hijau yang didukung oleh iklim investasi yang kuat.

Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total investasi mencapai Rp1.766 triliun pada 2024, meningkat 20% dibanding tahun sebelumnya.

Foreign Direct Investment (FDI) menyumbang lebih dari 52%, memperkuat integrasi Indonesia dalam rantai nilai global dan regional.

Gita Wirjawan optimis dengan perkembangan industri mobil listrik yang berjalan beriringan dengan bonus demografi yang dapat membantu negara naik kelas dalam dekade mendatang.

“Untuk mewujudkan potensi tersebut, pendidikan di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) harus menjadi prioritas agar generasi muda memiliki keterampilan esensial untuk inovasi dan ekonomi hijau,” kata Gita memberi konteks.

Tak hanya itu, Indonesia memerlukan stabilitas makroekonomi serta agenda dekarbonisasi, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan akan membuka jalan menuju pertumbuhan berkelanjutan sekaligus mendorong fase kemajuan berikutnya bagi Indonesia.

Mengenai tantangan terbesar Indonesia dalam mengintegrasikan agenda hijau ke kebijakan ekonomi nasional.

“Untuk mencapai Indonesia hijau, investasi modal sangat penting. Namun, untuk menarik investasi ini, harus ada kepastian hukum bagi pelaku industri serta tenaga kerja yang terampil. Setelah dua faktor ini terpenuhi, modal akan datang dengan sendirinya,” tuturnya.

Komitmen VinFast untuk Pasar Indonesia

Menanggapi perkembangan industri kendaraan listrik, Kariyanto Hardjosoemarto menjelaskan alasan VinFast memilih Indonesia setelah pasar Eropa, Amerika Serikat, dan India

 “Indonesia adalah salah satu negara dengan populasi terbesar dan bonus demografi yang kuat. Adopsi kendaraan listrik masih rendah, namun tahun ini menunjukkan pertumbuhan pesat, yang menandakan potensi dan peluang besar. Selain itu, pemerintah sangat berkomitmen pada kebijakan yang mendukung pelaku industri dalam mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Kariyanto.

Meneruskan tren postif itu, Indonesia memiliki ambisi ekonomi hijau yang tercermin dalam target 2 juta mobil listrik dan 12 juta sepeda motor listrik pada 2030.

Menyadari peluang ini, VinFast berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia dan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif, yang mendorong aksesibilitas, mendukung industri lokal, dan memajukan keberlanjutan jangka panjang.

Untuk itu, VinFast berkomitmen pada investasi jangka panjang, termasuk pabrik perakitan kendaraan listrik senilai USD 200 juta di Subang yang pada awalnya akan memproduksi 50.000 unit per tahun dan langsung mempekerjakan 1.000 pekerja, belum termasuk pemasok.

“Kami juga mengembangkan jaringan pengisian daya kendaraan listrik nasional dengan tujuan menjadikan mobilitas hijau terjangkau, andal, dan inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tukasnya.

Asal tahu saja, untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik, VinFast telah menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk mitra bisnisnya, V-Green, untuk mengembangkan infrastruktur pengisian baterai yang andal dan layanan mobilitas hijau.

Inisiatif utama meliputi jaringan pengisian di seluruh negeri dan layanan taksi listrik murni Green SM, yang memperkuat ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia.

VinFast juga berkolaborasi dengan mitra lokal dan internasional seperti Chargecore, ChargePoint, Amarta Group, dan CVS untuk memasang sekitar 63.000 titik pengisian daya hingga akhir 2025, dengan total investasi mencapai USD 300 juta.