F1 2025: Keuntungan Sudah Tembus Rp 19 Triliun, 10 Tim Siap Bagi-Bagi Cuan di Akhir Musim. Siapa Terbesar?

Minggu, 10/08/2025 07:39 WIB | Rulin purba
Balapan F1 semakin sengit, efek komersialnya langsung melejit. (Foto: xpb-racingnews)
Balapan F1 semakin sengit, efek komersialnya langsung melejit. (Foto: xpb-racingnews)

mobilinanews (AS) - Balap F1 benar-benar komersial setelah Liberty Media mengambil alih hak komersialnya dari tangan supremo Bernie Ecclestone.  Hingga 30 Juni 2025 sudah meraup keuntungan 1,226 Miliar USD atau sekitar Rp 19,6 Triliun.  Hanya dalam 6 bulan?

Perusahaan asal AS itu merilis pendapatan pada tiga bulan pertama hanya 403 juta USD. Tapi, pada 3 bulan berikutnya tumbuh 3 kali lipat. Mayoritas pendapatan ini datang dari sponsor dan tayangan langsung televisi ke seluruh penjuru dunia.

Stefano Domenicali,  CEO Formula One Management (FOM), menyebut popularitas F1 yang sekaligus meningkatkan jumlah penonton di bumi, sangat terbantu oleh beredarnya film drama seputar F1 yang dibintangi Brad Pitt. Juga terbantu  oleh wara-wiri F1 di media sosial. 

Dan, yang tak kalah penting karena kualitas persaingan di dalam sirkuit meningkat tajam. Dalam 14 race musim ini sudah tercatat 4 pembalap berbeda menjadi juara dan secara regular melibatkan 4 tim berebut zona podium. Tak lagi semonoton musim sebelumnya.

"F1 tengah menikmati momentum yang exellent di dalam dan di luar sirkuit. Terima kasih untuk kerja keras tim, mitra bisnis dan komunitas F1," kata Domenicali yang mantan petinggi tim Ferrari itu.

Keuntungan periode Juli sampai Desember belum terhitung. Pastinya akan lebih besar lagi.

Tak lain karena persaingan perebutan gelar tengah genting antara dua pembalap tim McLaren Oscar Piastri dan Lando Norris. Dan, meski sulit, peluang Max Verstappen (Red Bull) masih terbuka untuk mempertahankan gelar. Tak lagi seperti tahun sebekumnya yang juara dunianya sudah bisa ditebak.

Lantas akan dikemanakan duit seabreg-abreg itu?

Yang sudah pasti adalah dibagi-bagi kepada 10 tim peserta F1, nilainya 45% dari total pendapatan yang diperoleh Liberty Media. Sisanya ya milik Liberty, setoran ke FIA dan sebagainya.

Jatah 45% untuk tim itu pun sudah ada.porsi pembagiannya. Dibagi dengan persentase berbeda sesuai peringkat masing-masing di kejuaraan dunia konstruktor. Itu sebabnya kejuaraan ini juga penting selain dari kejuaraan dunia pembalap.

Juara dunia konstruktor mendapat jatah paling besar, 14% dan mengerucut sampai 6% untuk tim peringkat ke-10. Untuk perbandingan, tahun lalu McLaren sebagai juara meraup cuan sebesar 161 juta USD. Ferrari, Red Bull, Mercedes dan Aston Martin di Grup 5 Besar memperoleh masing-masing 151, 140, 130 dan 120 juta USD. 

Sauber yang berada di peringkat terendah saja masih kebagian 69 juta USD atau sekitar Rp 1,1 triliun.

Itu jatah tahun lalu. Untuk tahun ini bisa diperkirakan jumlahnya akan jauh lebih besar. Itu hanya dari prize money dari Liberty Media. Sementara dana sponsor masuk ke tim masing-masing. Jadi, bisa dipahami mengapa tim besar berani mengontrak pembalap top dengan gaji puluhan juta USD per tahun.

Saat ini McLaren sangat kokoh di puncak klasemen kejuaraan dunia konstruktor dan favorit kuat mempertahankan gelar. Ferrari, Mercedes dan Red Bull masih bersaing menuju posisi runner-up.  (r)