Mobilinanews (Jakarta) - Pasar otomotif Indonesia kembali mendapat angin segar. VinFast Indonesia secara resmi mengumumkan skema langganan baterai bulanan terbaru untuk seluruh lini kendaraan listriknya, mulai dari VF 3 hingga VF 7.
Kebijakan ini merupakan langkah strategis yang dirancang untuk memangkas biaya awal kepemilikan dan menghilangkan kekhawatiran seputar baterai, dua hambatan terbesar dalam adopsi mobil listrik di Tanah Air.
“Dengan filosofi yang berpusat pada pelanggan, kami terus berupaya menyediakan kebijakan yang memberikan manfaat nyata," ujar Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia dalam keterangannya, Selasa (12/8/2025).
"Sebagai pionir skema langganan baterai di Indonesia, kami menyempurnakan kebijakan ini untuk memberikan fleksibilitas finansial sekaligus mempertegas komitmen jangka panjang kami dalam mendukung transisi menuju kendaraan ramah lingkungan," tambahnya.

Tiga Keunggulan Utama Skema Langganan Baterai VinFast
Skema baru ini menawarkan tiga manfaat utama yang menjadi daya tarik bagi konsumen:
Dengan skema langganan baterai, biaya awal untuk memiliki kendaraan listrik VinFast menjadi jauh lebih rendah, dimulai dari Rp 152 juta saja. Ini membuka pintu bagi berbagai segmen pasar untuk beralih ke mobilitas ramah lingkungan.
Skema ini juga menawarkan penghematan besar dalam biaya operasional harian. Sebagai perbandingan, menurut data yang diberikan, biaya operasional VinFast VF 3 diperkirakan 83% lebih rendah dibandingkan mobil bensin pada umumnya.
Konsumen bisa menghemat hingga Rp 1.229.300 per bulan, sebagian besar berkat kebijakan pengisian daya gratis di stasiun V-Green hingga Maret 2028 dan tarif langganan bulanan yang tetap.
Dalam skema ini, VinFast menanggung seluruh risiko terkait baterai. Mulai dari performa, perawatan, hingga penggantian baterai jika kondisinya menurun di bawah 70%, semuanya menjadi tanggung jawab VinFast.
Kebijakan ini menghilangkan kekhawatiran akan penurunan performa dan nilai jual kembali. Skema yang diperbarui juga menghapus batas jarak tempuh, memberikan kebebasan bagi pengemudi untuk berkendara tanpa batasan.

Komitmen Jangka Panjang dan Ekosistem Terintegrasi
Selain skema langganan, VinFast memperkuat posisinya dengan menginvestasikan USD 200 juta untuk membangun pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, yang akan mulai beroperasi akhir tahun 2025 dengan kapasitas 50.000 unit per tahun.
Dalam hal layanan purna jual, VinFast telah menggandeng lebih dari 20 dealer dan menargetkan 100 showroom hingga akhir tahun 2025. Layanan purna jual juga didukung oleh kerja sama dengan jaringan bengkel lokal seperti Otoklix dan Bengkel BOS.
VinFast juga membangun "Green Future Ecosystem" yang mencakup pembangunan infrastruktur pengisian daya nasional melalui V-Green, dengan target 63.000 titik hingga akhir tahun 2025 dengan insentif pengisian daya gratis hingga Maret 2028.
Didukung berbagai kebijakan inovatif seperti garansi baterai 10 tahun dan program buyback hingga 90%, VinFast terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam mendukung transisi menuju energi bersih di Indonesia.