Mobilinanews (Austria) - Seri putaran ke-13 MotoGP 2025 di Sirkuit Red Bull Ring, Austria menghadirkan momen penuh emosi, terutama bagi tim Aprilia Racing.
Di satu sisi, ada kegembiraan luar biasa atas podium yang diraih oleh Marco Bezzecchi, tetapi di sisi lain, insiden yang menimpa Jorge Martín menyisakan rasa kecewa.
Bezzecchi, yang start dari posisi terdepan, langsung memimpin balapan sejak tikungan pertama. Dengan determinasi luar biasa, pembalap Italia ini berhasil mempertahankan posisinya untuk sebagian besar jalannya balapan.

Meski harus menyerahkan posisi teratas di fase akhir, ia tetap finis di urutan ketiga, memberikan podium keenam bagi Aprilia Racing musim ini dan menjadi pencapaian terbaik yang pernah diraih Aprilia di Austria, yang secara historis dikenal sulit bagi motor RS-GP.
"Saya sangat senang, ini balapan yang brilian. Mengingat cara kami memulai dan menutup akhir pekan dengan pole position dan podium itu luar biasa. Pertarungan di depan sangat fantastis dan saya mengerahkan segalanya,” ujar Bezzecchi, Minggu (17/8/2025).
Sementara itu, hari yang lebih rumit dialami oleh sang juara dunia MotoGP 2025, Jorge Martín. Setelah memulai dengan baik dan terlibat dalam pertarungan sengit di awal balapan, ia mengalami kecelakaan pada lap keempat belas.
Beruntung, pembalap Spanyol itu tidak mengalami cedera fisik, namun insiden tersebut menghancurkan harapannya untuk meraih hasil positif. "Saya memulai dengan baik, tapi mungkin sedikit terlalu berhati-hati. Tekanan ban depan sangat tinggi,” terangnya.
“Kemarin saya bisa berkendara dengan lebih nyaman, tapi hari ini saya berada di batas kemampuan saya. Sayang sekali mengalami kecelakaan, tapi syukurlah tidak ada konsekuensi fisik,” sambung rider bernomor #1 tersebut.

Menanggapi hasil GP Austria 2025, Direktur Balap Aprilia Racing, Massimo Rivola, memuji penampilan Bezzecchi dan tetap optimis dengan potensi Martin yang kini telah kembali membalap usai absen cedera panjang.
"Akhir pekan yang luar biasa untuk Aprilia Racing. Melihat RS-GP25 milik Marco meraih pole position sangat mendebarkan. Balapan Marco adalah contoh yang patut ditiru. Syukurlah Jorge tidak mengalami cedera,” terangnya.
Podium bersejarah ini menunjukkan bahwa kombinasi antara Aprilia dan Bezzecchi yang telah ‘matang’ alias menemukan ritme balapnya di setiap kompetisi dan siap bersaing di level tertinggi, bahkan di trek yang kurang menguntungkan.