6 Kesalahan Fatal saat Pakai Mobil Hybrid Bikin Boros & Cepat Rusak kalau Diabaikan

Sabtu, 06/09/2025 12:35 WIB | Ade Nugroho
6 Kesalahan Fatal saat Pakai Mobil Hybrid  Bikin Boros & Cepat Rusak kalau Diabaikan
6 Kesalahan Fatal saat Pakai Mobil Hybrid Bikin Boros & Cepat Rusak kalau Diabaikan

Mobilinanews (Jakarta) - Mobil hybrid memang jadi primadona di era sekarang. Hemat bahan bakar, emisi rendah, dan punya teknologi pintar yang bikin pengalaman berkendara terasa modern. Tapi sayangnya, masih banyak pemilik yang salah kaprah memperlakukan mobil hybrid seperti mobil bensin biasa.

Padahal, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan supaya performa tetap maksimal dan umur baterai tidak cepat habis. Kalau salah perlakuan, bukannya irit malah jadi boros dan bikin dompet jebol karena biaya perbaikan.

Nah, biar kamu nggak salah langkah, yuk kenali 6 kesalahan umum pengguna mobil hybrid yang harus dihindari!

1. Menunda Servis Berkala

“Ah, mobil masih normal, nggak perlu servis.”
Salah besar! Mobil hybrid punya komponen khusus seperti motor listrik, inverter, dan baterai yang butuh pengecekan rutin. Kalau telat servis, kerusakan kecil bisa berubah jadi masalah besar dengan biaya perbaikan selangit.

 2. Mengisi Bahan Bakar yang Salah

Pakai bensin oktan rendah padahal pabrikan rekomendasikan oktan tinggi?
Akibatnya mesin lebih cepat kotor, performa turun, dan bahan bakar jadi lebih boros. Pastikan selalu isi di SPBU terpercaya dengan kualitas sesuai standar. Ingat, bensin murah belum tentu bikin hemat.

 3. Lupa Merawat Baterai Hybrid

Baterai adalah jantung mobil hybrid, tapi sering diabaikan.
Membiarkan mobil terlalu lama tidak dipakai bisa bikin baterai soak lebih cepat. Solusinya, tetap nyalakan mobil secara rutin, meski hanya sebentar. Dengan begitu, energi tetap bersirkulasi dan baterai lebih awet.

4. Mengemudi Terlalu Agresif

Suka ngebut dan sering rem mendadak?
Gaya berkendara agresif bikin mesin bensin dan motor listrik kerja ekstra. Baterai jadi cepat panas, efisiensi turun, dan umur komponen berkurang drastis. Berkendaralah dengan halus, selain lebih hemat energi, perjalanan juga jadi lebih nyaman.

5. Salah Memilih Mode Berkendara

Hybrid biasanya punya mode Eco, Normal, dan Sport.
Sayangnya, banyak orang hanya pakai satu mode saja. Padahal, mode Eco sangat membantu di perjalanan santai atau macet, sedangkan mode Sport cocok buat jalan tol. Gunakan sesuai kondisi biar efisiensi maksimal.

6. Mengabaikan Sistem Pendingin Baterai & Mesin

Baterai hybrid nggak suka panas berlebih. Kalau radiator atau filter pendingin kotor, risiko overheat makin besar. Rajinlah cek dan bersihkan sistem pendingin, serta pastikan air radiator selalu cukup. Pendinginan optimal = umur mobil lebih panjang.