mobilinanews (Italia) - Marc Marquez membantah spekulasi kalau ia tak ngotot cari menang di GP Catalunya lalu. Di Misano akhir pekan ini ia tegaskan akan mengalahkan Alex Marquez, sang adik yang mengalahkannya di Catalunya.
Kemenangan Alex, katanya, sejak awal sudah ia perkirakan. Trek Catalunya di kampung halaman mereka itu selama ini memang bukan lintasan yang menyenangkan buat Marquez. Beda dengan Alex.
"Itu sirkuit favoritnya, sesuai dengan riding style-nya. Di Misano saya akan mengalahkannya," tegas Marquez.
Misano adalah salah satu lintasan yang disukai MM93. Ia pegang rekor di sana dengan jumlah kemenangan 5 kali, melebihi Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang masing-masing 3 kali juara di sana.
Ia berharap bisa menang dengan jumlah poin signifikan atas Alex yang juga pesaingnya dalam perburuan gelar juara 2025.
"Saya juga ingin meraih gelar 2025 dengan secepatnya.Setelah Misano balapan lanjut ke GP Jepang. Saya punya peluang menang di sana, tetapi saya tak terlalu yakin apakah bisa mengunci gelar di sana."
Belakangan memang bukan soal siapa yang jadi juara dunia 2025 karena Marquez punya peluang sangat besar berkat dominasinya sepanjang musim. Yang jadi pertanyaan adalah di seri grand prix mana ia akan kunci gelar itu.
Tadinya kunci itu ada di Misano, di kandang Valentino Rossi, sekaligus untuk menyamai rekor 7 gelar kelas primer milik legenda balap motor asal Italia itu. Namun, kekalahan di Catalunya membuyarkan kemungkinan itu.
Kemungkinan berikutnya geser ke GP Jepang. Tapi, seperti kata Marquez, itu sangat bergantung seberapa banyak poin Alex yang bisa ia sunat di Misano.
"Saya bertekad mengalahkannya di Misano. Di Jepang pun ada peluang meraih banyak poin, tapi saya tak yakin apakah itu cukup untuk menetapkan gelar."
Saat ini ia unggul 182 poin atas Alex. Jika menang di sesi sprint dan grand prix San Marino pun belum menjadikannya juara dunia terlepas berapa pun poin yang dipetik adiknya.
Singkatnya, Marquez hanya akan ditahbiskan sebagai juara dunia 2025 jika ia memetik poin 40 atas Alex pada dua seri Misano dan Motegi.
Dengan begitu maka keunggulan poinnya menjadi 222 atas Alex dan tak akan terkejar dalam 6 seri sisa musim kompetisi tahun ini. Itu syaratnya.
Jika Alex finish podium saja di dua balapan itu maka peluang Marquez mengunci gelar menanti di GP Indonesia, Sirkuit Mandalika. Itu, kata Marquez, lebih realistis meski tetap saja bergantung pada perolehan poin kedua bersaudara itu di GP San Marino dan Jepang.