Akselerasi Sustainability ala Ban Daur Ulang Bridgestone Pukau Bridgestone World Solar Challenge 2025

Minggu, 14/09/2025 18:06 WIB | Wilfrid Kolo
Para Tim Pemenang Brunei Kelas Challenger
Para Tim Pemenang Brunei Kelas Challenger "Brunei Solar Team"

mobilinanews (Jakarta) - Bridgestone Corporation, hadir sebagai sponsor utama ajang balap mobil tenaga surya paling bergengsi di dunia bertajuk Bridgestone World Solar Challenge 2025 (BWSC), di Australia pada 24 – 31 Agustus.

Keterlibatan Bridgestone ini menarik karena mereka membawa ban dengan teknologi Enliten2, yang mengandung lebih dari 65% material daur ulang dan terbarukan. 

Untuk pertama kalinya, Bridgestone menerapkan carbon black hasil daur ulang dan baja daur ulang, yang dikembangkan dan diproduksi melalui kerja sama dengan mitranya pada ban BWSC.

Selain itu, Bridgestone juga mengurangi jumlah ban yang digunakan selama acara, menerapkan logistik rendah karbon, serta mempromosikan daur ulang pasca-pemakaian 

Upaya ini menandai evolusi langkah keberlanjutan Bridgestone di sepanjang rantai nilai ban BWSC. Secara khusus, tim yang menggunakan ban berteknologi Enliten berhasil meraih kemenangan di kelas Challenger dan Cruiser.

Ban Daur Ulang

Lalu apa saja bahan yang digunakan Bridgestone dalam mengolah ban ini, sehingga lebih ramah lingkungan?

Mereka meningkatkan rasio material daur ulang dan terbarukan hingga lebih dari 65% melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra.

Carbon Black Daur Ulang. Ini hasil kerja sama dengan Eneos Corporation, Bridgestone mengembangkan teknologi pirolisis presisi untuk mendaur ulang material seperti carbon black dari ban daur ulang. 

Untuk pertama kalinya, carbon black hasil daur ulang yang diproduksi di Bridgestone Innovation Park (Kota Kodaira, Tokyo) digunakan pada ban BWSC.

Baja Daur Ulang. Ban daur ulang yang dikumpulkan di Bridgestone Tire Recycle Center Osaka digunakan untuk memproduksi baja daur ulang di tungku listrik milik Sanyo Special Steel Co., Ltd. 

Baja tersebut kemudian digulung dan diproses panas oleh Nippon Steel Corporation menjadi kawat bead (material penguat ban), yang untuk pertama kalinya diadopsi pada ban BWSC.

Untuk pengembangannya, mereka punya teknologi canggih Enliten yang mengupayakan pengurangan dampak lingkungan dan menghadirkan ban yang disesuaikan dengan kebutuhan kinerja mobil tenaga surya.

Teknologi ini juga mensupport hambatan gulir rendah, konstruksi ringan, serta ketahanan aus yang tinggi. Ban ini membantu memaksimalkan performa kendaraan di bawah kondisi ekstrem BWSC, mendukung perjalanan aman dan andal sepanjang ±3.000 km.

Menariknya, semua tim yang menggunakan ban berteknologi Enliten dari Bridgestone memenangkan kelas Challenger dan Cruiser.

Ini menandai kemenangan ketiga berturut-turut di kelas Challenger sejak 2019, serta kemenangan keempat berturut-turut di kelas Cruiser sejak 2017 untuk tim yang menggunakan ban Bridgestone.

Pemenang Kelas Challenger, Elias Wawoe, Brunel Solar Team (Delft University of Technology) mengaakui ban ini tidak hanya mendukung performa mobil mereka, tapi juga sangat ramah lingkungan.

“Terakhir kali kami menang di BWSC adalah delapan tahun lalu, dan sejak itu kami terus berupaya untuk kembali menjadi juara dunia. Ban Bridgestone tampil luar biasa, terutama dalam ketahanan aus, mendukung perjalanan kami menuju kemenangan,” tuturnya.

Baginya, Ban BWSC ini adalah contoh nyata bagaimana keberlanjutan dipercepat melalui ban. Dan lewat ajang ini, upaya tersebut ditampilkan.

“Kami ingin menunjukkan kombinasi inovasi dengan tekad menuju masa depan berkelanjutan,” tuturnya.