mobilinanews (Italia) - Memang Marc Marquez yang menjuarai main race GP San Marino, Minggu (14/9), tetapi Marco Bezzecchi (Aprilia) layak mendapat bintang. Ia kalah dengan MM93, namun memukul telak 4 joki Ducati lainnya.
Fight versus Marquez (Ducati Desmosedici GP25) sepanjang 27 laps, Bezzecchi hanya kalah 0,5 detik di garis finish.
Tapi, ia pukul Alex Marquez (Gresini/Ducati GP24) dengan gap 7,2 detik, Franco Morbidelli/VR46 Ducati GP24 dengan 9,7 detik), Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati GP25/10,8 detik) dan Fermin Aldeguer (Gresini/Ducati GP24 dengan 15,3 detik). Satu joki Ducati lainnya, Francesco Bagnaia (GP25) gagal mencapai finish karena jatuh.
Karena itu Bezzecchi mengaku sangat puas meski gagal mengalahkan Marquez. Ini pengalaman pertamanya duel ketat dengan pembalap senior itu.
"Marc berada di level yang berbeda. Manuvernya sering tak terduga. Tapi, saya puas karena Aprilia sudah semakin dekat dengan Ducati," kata anak didik Valentino Rossi di camp VR46 Academy itu.
Bos Ducati Luigi Dall"Igna pun memberi perhatian tersendiri kepada Bezzecchi dan Aprilia. Ia menyadari perkembangan pesat pabrikan sesama Italia itu.
"Sejak sesi kualifikasi kami sudah menduga Marco akan jadi tantangan tersendiri. Pertarungan dengan Marc menarik, dengan skill dan dengan setwlan motor yang bekerja baik," kata desainer serial Desmosedici di Ducati itu.
Gigi menambahkan sukses Bezzecchi menggulung para joki lainnya semata karena Bezzecchi tumbuh dan berkembang di Misano bersama VR46.
"Ia sangat paham dengan karakter sirkuit ini. Ada 5 Ducati di 6 finisher terdepan, buat saya itu adalah sinyal bahwa paket kami sangat kompetitif di Misano."
Kalau ada yang bikin sedih Dall'Igna tak lain adalah kondisi Bagnaia yang masih terpuruk. Posisi Bagnaia di 3 Besar klasemen kejuaraan kini dalam situasi rawan dibekuk Bezzecchi yang berada di posisi 4. Selisih poin hanya 8 biji. Masing-masing dengan total poin 237 dan 229.
Bezzecchi tak ingin lantang bikin target menggusur Bagnaia, sahabatnya sesama anak VR46. Tapi, Aprilia sangat bersemangat untuk membawa Bezzecchi ke 3 Besar klasemen besar, untuk memecah formasi Ducati.
Saat yang sama, Dall’Igna jelas tak ingin hal itu terjadi. Tapi, seperti selama ini, ia dan tim teknisnya belum berhasil menyediakan motor yang membuat Bagnaia percaya diri mengendarainya.
Jika itu berlanjut, sangat mungkin Bezzecchi akan menyodok ke 3 Besar klasemen. Tinggal tunggu waktu dan dimana itu terjadi. Bisa di Jepang dua pekan lagi, atau di Indonesia pada awal Oktober nanti. (r)