mobilinanews (Italia) - Masih ada 6 seri balap MotoGP sampai akhir musim. Marc Marquez tinggal sejengkal perjuangan lagi meraih gelar perdana bersama Ducati. Tapi, rivalitas di bawahnya masih bergemuruh. Adiknya pun belum aman.
Marquez hanya butuh mengalahkan Alex Marquez (Gresini Ducati) dengan selisih minimal 3 angka di GP Jepang nanti untuk memastikan gelar 2025. Tentunya itu hal mudah buat Marquez. Akan semakin mudah jika sang adik memberinya kesempatan untuk percepatan gelar dunia.
Meski begitu, kakak beradik itu masih menyimpan rasa takut. Ini terkait dengan status Alex yang sejak awal musim menempel Marc di puncak klasemen kejuaraan dengan status runner-up.. Yang ditakutkan bukan lagi Francesco Bagnaia (rekan setim Marquez di Ducati) yang akan menggagalkan ambisi Alex menjadi runner-up, posisi terbaiknya di MotoGP setelah selama ini hanya tertinggi menduduki peringkat kedelapan.
Usai GP San Marino lalu Alex menyebut kini fokusnya untuk menjaga posisi kedua klasemen bukan lagi Bagnaia, tetapi beralih kepada Bezzecchi.
Ya, penampilan menawan Bezzecchi belakangan ini memang mendebarkan. Bagnaia di peringkat 3 klasemen di bawah duet Marquez jelas tak lagi nyaman. Total poinnya baru 237, hanya selisih 8 angka dari Bezzecchi di P4 dengan jumlah poin 229.
Riskan buat Bagnaia. Jika tetap tak percaya diri dengan motornya maka hanya tinggal tunggu waktu kapan posisi 3 Besar hilang dari tangannya.
Jika sudah begitu maka bukan tak mungkin pula Bezzecchi akan mengejar Alex yang saat ini dipisahkan oleh selisih 101 poin.
Jumlah yang tak mudah dikejar dalam 6 race sisa. Tapi, jika Bezzecchi konsisten di baris terdepan dan saat sama Alex masih tampil seperti performa sesungguhnya (sejak kecelakaan fatal di GP Belanda) maka Alex bisa terancam bahaya. Itu diakui Alex.
"Bukan hanya Bagnaia. Saat ini justru Bezzecchi menjadi ancaman terbesar untuk saya mempertahankan posisi runner-up. Saya harus waspada karena sekali saja DNF dalam seri berikutnya bisa mengubah situasi. Belakangan Bezzecchi tampil lebih baik," kata Alex lewat media DAZN.
Rupanya, sang kakak pun punya ketakutan juga. Ia bukan hanya mengejar gelar dunia kali ketujuhnya, tetapi juga berniat bikin rekor bersejarah dimana kali pertama dua pembalap bersaudara menempati posisi juara dan runner-up kejuaraan dunia MotoGP. Jika terwujud entah kapan rekor ini bisa disamakan pembalap bersaudara lainnya.
Rasa khawatir itu diungkap Marquez dalam wawancara dengan PaddockGP. Siap kerja untuk membantu gelar runner-up buat sang adinda sayang.
"Saya akan membantunya untuk meraih poin yang memungkinakan sebagaimana ia membantu saya. Kami saling mendukung," ucap Marquez yang di GP Jepang pekan depan sangat mungkin menjadi juara dunia 2025.
Pernyataan itu seakan membenarkan sinyalemen kalau Alex tak pernah tarung habis'-habisan jika melawan abangnya. Beda jika melawan Bagnaia atau pembalap lain, ia akan fight keras dan siap ambil resiko crash.
Maka, Alex pun buru-buru mengoreksi keterangan abangnya.
"Bantuan yang disebut Marc lebih pada masukan atau saran, bukan pada saat balapan. Itu yang kami lakukan. Di dalam lintasan, saya ingin raih hasil lewat perjuangan sendiri," tegas Alex lewat Motorsport edisi Spanyol. (r)