mobilinanews (NTB) - Selama 4 tahun atau tepatnya 1.421 hari dalam penantian, akhirnya juara dunia MotoGP 2020 Joan Mir naik podium lagi. Istimewa karena diraih di kandang Honda, GP Jepang, pekan lalu.
Akhir pekan ini Honda manggung di 'kandang' lainnya, GP Indonesia di Sirkuit Mandalika.
Ya, balapan di Indonesia selalu ibarat main kandang buat pabrikan Jepang itu. Pasalnya, fans fanatik Honda di sini bisa dibilang terbesar di Asia Tenggara. Mereka pun aktif mendukung para joki Honda, langsung maupun via media sosial.
"Saya selalu merasa bangga memakai warna Honda di Indonesia. Atmosfer di Indonesia luar biasa besar. Gairah penggemar MotoGP dan Honda di sini sangat unik dan menakjubkan," komentar Mir jelang latihan resmi pertama GP Indonesia pada Jumat (3/10).
Ia pun bergairah. Terutama karena podiumnya di Motegi, sepanggung dengan joki Ducati Francesco Bagnaia dan Marc Marquez.
Dan, hal sama kini ia bidik di depan para penggemar Honda di Indonesia.
"Kami datang pada momen yang bagus. Hasil di Jepang membuktikan kerja keras pengembangan motor sudah membuahkan hasil. Tujuan di Mandalika sangat jelas, mengulangi performa di Jepang dan meneruskan usaha bertarung di baris depan," tegasnya.
Mir menyebut karakter Mandalika sangat berbeda dengan Motegi. Tapi, justru di situlah tantangan Honda. Untuk tetap berusaha membangun motor yang kuat di berbagai macam karakter sirkuit.
Mir sadar untuk mengulang hal sama di.Mandalika bukan hal mudah. Tak lain karena 17 tikungan Mandalika yang sebagian berkarakter cepat bukanlah trek favoritnya. Karena itu hasil di sirkuit ini termasuk krusial untuk diamati para teknisi Honda.
"Mandalika benar-benar beda dengan Motegi. Motor saat ini tampak kompetitif. Itu membuat saya tetap optimistis, dan sesegera mungkin coba beradaptasi dengan situasi," imbuhnya. (r)