mobilinanews (Australia) - Aprilia benar-benar berkembang. Musuh bebuyutannya sesama pabrikan motor Italia, Ducati, sudah dipermalukan pada sprint race GP Australia, Sabtu (18/10).
Duet Aprilia Marco Bezzecchi (tim pabrikan) dan Raul Fernandez (TrackHouse Aprilia) sukses cetak sejarah finish 1-2 kali pertama sejak sprint race diperkenalkan MotoGP pada 2023. Keduanya tak terganggu sejak garis start, dimana Bezzecchi start dari P2 di sebelah Fabio Quartararo (Yamaha) sebagai pole sitter..
Di belakang Aprilia, dua rider Ducati (Fabio Di Giannantonio/VR46 Ducati) dan Alex Marquez (Gresini Ducati) kalah bersaing dengan Pedro Acosta menuju podium. Dan, ini adalah kali pertama Ducati tak manggung di podium sejak sesi sprint berlangsung pada 2023.
Meraih 12 poin tambahan membuat peluang Bezzecchi semakin besar untuk mengacak-acak dominasi Ducati yang sejak awal musim 2025 menempatkan tiga pembalapnya di 3 Besar klasemen kelas primer, yakni Marquez Bersaudara di posisi 1 dan 2 plus Francesco Bagnaia di posisi ketiga.
Menuju garis start main race pada Minggu (19/10) besok, keunggulan Bagnaia tinggal 8 poin atas Bezzecchi.
Akankah Bezzecchi yang mantan joki Ducati ini bisa permalukan lagi Ducati?
Itu penantian yang sangat menarik buat kedua fans. Ini bukan soal pertempuran Bagnaia dengan Bezzecchi sebagai sahabat dan sesama murid Valentino Rossi. Ini soal status dan gengsi Aprilia sebagai sesama produk Made in Italy seperti Ducati.
""Menempatkan Marco di 3 Besar klasemen pembalap dan Aprilia di peringkat 2 konstruktor adalah pencapaian istimewa kami. Dengan modal ini tahun depan kami siap melawan Ducati dan Marc Marquez," tegas bos Aprilia Massimo Rivola.
Tak berlebihan kalau dalam balapan utama besok berdurasi 27 laps dan distribusi jumlah poin dua kali lipat dari sprint, Rivola berharap Bezzecchi bisa memetik lebih dari 8 poin atas Bagnaia.
Kalkulasinya sangat menarik. Meski akan start dari front row, sangat sulit memprediksi bakal finish di mana Bezzecchi. Pasalnya, ia kena hukuman double long lap penalty akibat kesalahan menubruk Marc Marquez do Indonesia.
Di sisi lain, Bagnaia juga kena penalti mundur 3 posisi dari P11 ke P14 akibat melaju terlalu pelan di saat kualifikasi dan dianggap mengganggu hot lap Bezzecchi.
"Dengan dua hukuman itu maka perlu keajaiban untuk memenangkan balapan, dan keajaiban itu hanya datang sesekali. Yang bisa saya lakukan adalah memacu motor dengan kencang, fokus, dan berusaha meraih hasil terbaik," kata Bezzecchi.
Ia mengaku hanya fokus pada dirinya sendiri. Ia tak ingin memikirkan pembalap dan tim lain meskipun itu sahabatnya sendiri (Bagnaia).
Bagnaia yang lagi-lagi bingung soal buruknya performa motornya, hanya bisa berharap pada race besok bisa temukan kepercayaan dirinya kembali seperti di Motegi, Jepang. Meskipun target realistisnya hanya masuk 5 Besar di balapan akhir. Itu pun kalau bisa.
"Karena di sesi sprint lagi-lagi saya hanya jadi penumpang di atas motor sendiri," kata juara dunia 2022 dan 2023 itu mengutip situasi dan kalimatnya saat terpuruk di GP Indonesia.
Yang sudah pasti senang dengan penalty Bezzecchi dan Bagnaia adalah Alex Marquez. Dalam beberapa seri ini ia kehilangan banyak poin atas Bezzecchi dan posisinya di klasemen pembalap masih mungkin dikejar Bezzecchi.
"Sangat jelas hukuman kepada Marco akan jadi keuntungan kami," kata Alex yang akan start dari grid ke-6. (r)