MotoGP 2025 Malaysia: Marco Bezzecchi Terjebak di Q1, Tak Ada Favorit Juara di Sepang

Jum'at, 24/10/2025 16:59 WIB | Rulin purba
Marco Bezzecchi (Italia/Aprilia ). (Foto: aprilia)
Marco Bezzecchi (Italia/Aprilia ). (Foto: aprilia)

mobilinanews (Malaysia) - Seperti sering terjadi, hujan melanda sesi grand prix MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang. Begitu pun dua sesi awal pada Jumat (24/10). Membuat hasil latihan acak-acakan.

Marco Bezzecchi (Italia/Aprilia) yang tengah moncer pada beberapa balapan terakhir malah gagal lolos langsung ke phase Q2 untuk sesi kualifikasi Sabtu (25/10). Ia hanya tercepat ke-15 pada sesi Practice yang menentukan 10 pembalap tercepat yang lolos langsung ke Q2. Sebelumnya di sesi FP1, Bezzecchi menyudahi latihan di urutan ke-5.

Raul Fernandez (TrackHouse Aprilia) yang baru beberapa hari lalu menjuarai GP Australia) juga gabung dengan Bezzecchi ke Q1.

Ikut terjebak ke phase Q1 adalah Francesco Bagnaia (Italia/Lenovo Ducati) yang berada di peringkat 12. Padahal di FP1 ia tampak kencang dan berada di posisi tercepat kedua di bawah Fermin Aldeguer (Gresini Ducati). Ironisnya, Aldeguer pun turut tercebur ke Q1 setelah menutup sesi di peringkat ke-12.

Pedro Acosta (Red Bull KTM) yang ke-10 di FP1 Meksiko jadi tercepat di Practice dan memimpin 10 rombongan pembalap yang lolos langsung ke Q2.

Para pembalap yang selama ini dikenal jago di lintasan basah seperti Johann Zarco (LCR Honda) dan Jack Miller (Pramac Yamaha) berhasil menghuni 3 Besar menemani Acosta.

Tujuh rider berikutnya yang melaju langsung ke Q2 adalah Joan Mir (Honda), Fabio Quartararo (Yamaha), duet Vara46 Ducati Gabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli,  Pol Esparagro (KTM Tech3), Alex Marquez (Gresini Ducati) serta Alex Rins (Yamaha).

Alex Marquez  yang datang ke Malaysia dengan target bikin rekor fenomenal menjadi perhatian tersendiri. Ia berpotensi mengunci gelar runner-up klasemen MotoGP 2025 di Malaysia hanya dengan finish di depan Bezzecchi.

Kalaupun kalah tidak lebih dari 15 poin dari Bezzecchi. Jika itu terpenuhi maka rekor dahsyat di sejarah balap dunia langsung dicetak, yakni kali pertama dua bersaudara menempati posisi 1 dan 2 dalam sebuah kompetisi yang sama. Sebekumnya di GP Jepang, sang kakak, Marc Marquez, sudah mengantongi gelar juara dunia tahun ini.

Dengan komposisi tercepat sementara seperti itu maka sangat sulit memprediksi para peraih podium di dua race yang akan datang. Apalagi, jika kembali diterpa hujan karena cuaca do Malaysia nyaris sama saja dengan di Indonesia. Susah ditebak dan bisa datang mendadak.

Wajar kalau sebelumnya Bezzecchi menolak disebut sebagai pembalap favorit di Sepang. Tak lain karena performa diri dan Aprilia RS-GP belum konsisten. Benar, inkonsitensi itu ia dan Fernandez baru saja  perlihatkan di dua sesi awal GP Malaysia. 

Entahlah di sesi kualifikasi besok. Jika tembus ke Q2 dan meraih posisi start di baris depan, tentu saja Bezzecchi yang paling layak difavoritkan, dengan catatan main di lintasan kering. Kalau basah, tak ada favorit, siapa saja bisa beruntung jadi juara. (r)