mobilinanews (Portugal) - Sepertinya benar kalau Aprilia bakal jadi musuh terberat Ducati pada musim 2026. Setidaknya tergambar dari sukses Marco Bezzecchi yang tampil dominan dan memenangkan race GP Portugal pada Minggu (9/11).
Lawan rider tim Aprilia itu menuju garis finish sama dengan lawannya di sesi sprint race kemarin, yakni Alex Marquez (Gresini Ducati) dan Pedro Acosta (KTM). Kalau sebekumnya Bezzecchi hsnya di P3 di bawah Alex dan Acosta, kini formasinya berbalik jadi Bezzecchi di P1 baru Alex dan Acosta.
Ini kemenangan kedua Bezzecchi musim ini setelah di GP Inggris. Jadi kemenangan ketiga Aprilia karena pembalap tim TrackHouse Aprilia Raul Fernandez juga sudah mencicipi kemenangan di GP Australia.
Meraih poin penuh, 25, membuat Bezzecchi semakin kokoh di peringkat 3 klasemen di bawah Marque Bersaudara. Semakin jauh, 35 poin, dengan Francesco Bagnaia (Ducati) yang lagi-lagi DNF.
Dengan sisa satu balapan di Valencia, posisi 3 Besar klasemen akhir sudah berada di satu tangan Bezzecchi. Ia hanya butuh tambahan 2 poin di Valencia untuk memecah formasi Ducati di 3 Besar.
Ironisnya, P4 di klasemen yang sekarang ditempati Bagnaia pun terbilang rawan. Juara dunia 2022 dan 2023 sangat berpotensi digeser Acosta ke peringkat lima. Pasalnya, usai Portugal, Acosta kini mengoleksi total poin 285. Hanya kalah 3 poin dari Bagnaia.
Daya tarik lainnya raceday Portugal adalah pembalap debutan Nicolo Bulega. Joki WSBK yang jadi pengganti Marc Marquez ini hanya finish di urutan 15. Tapi, itu sangat istimewa karena mendapat poin perdana dalam race pertamanya di MotoGP. (r)