Mobilinanews (Jakarta) - Lanskap industri kendaraan listrik (EV) Indonesia baru saja dihebohkan dengan sebuah kolaborasi trilateral yang digadang-gadang akan membawa inovasi global, bahkan diklaim belum pernah ada di dunia.
Ya, PT Mobil Anak Bangsa (MAB) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Solarky Mobility Technologies (HK) Ltd dan PT Fortuna Ventura Investindo.
Aliansi ambisius ini bertujuan untuk memproduksi dan memasarkan kendaraan listrik revolusioner di Tanah Air, yang diklaim sebagai EV pertama di dunia yang sebagian besar tenaganya bersumber langsung dari panel surya.
Kerja sama ini memposisikan Indonesia, khususnya fasilitas PT MAB di Jawa Tengah, sebagai basis produksi utama dan bertanggung jawab penuh atas perakitan kendaraan dengan skema Incompletely Knocked Down (IKD).

Di sisi teknologi, Solarky Mobility Technologies akan menyuplai sistem tenaga surya unik dan komponen utama kendaraan. Sementara itu, peran pemasaran dan penjualan eksklusif akan diemban oleh PT Fortuna Ventura Investindo sebagai distributor.
Jenderal (Purn.) Moeldoko selaku Founder PT MAB, menekankan bahwa langkah kolaborasi ini adalah terobosan krusial untuk memenuhi permintaan pasar EV Indonesia yang terus berkembang pesat.
"Kita akan melakukan assembly dan memproduksi dengan teknologi dari Solarky. Kendaraan ini agak unik karena menggunakan solar. Mungkin baru pertama kali di dunia yang menggunakan panel surya," ujarnya di Jakarta pada Rabu (10/12/2025).
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan EV di Asia, tetapi juga menegaskan komitmen MAB dalam menghadirkan solusi mobilitas modern yang berkelanjutan.
Adapun, mobil perdana yang akan dihasilkan atas kolaborasi ini adalah Sun V, salah satu produk dari Solarky. Berbeda dari mobil listrik lainnya, Solarky Sun V membawa Inovasi besar yang terletak pada kemampuan panel surya untuk mengisi baterai secara langsung.
Teknologi ini memungkinkan kendaraan menempuh jarak sekitar 200 km tanpa perlu mengisi daya melalui charger eksternal. Apabila melebihi jarak tersebut, pengemudi masih memiliki fleksibilitas untuk memilih antara sumber tenaga surya atau plug-in charging.

Secara dimensi, Sun V dengan panjang 3.150 mm, lebar 1.490 mm}, dan tinggi 1.700 mm, akan bersaing ketat dengan EV kompak yang sudah ada di pasar Indonesia, seperti Wuling Air ev, Seres E1, dan VinFast VF 3.
Meskipun mengusung teknologi mutakhir, aspek harga menjadi perhatian utama untuk penetrasi pasar. Pihak Solarky menargetkan produk tersebut akan dibanderol dibawah Rp 150 juta, menjadikannya salah satu pilihan EV paling terjangkau di kelasnya.
Untuk mendukung target ini, PT Fortuna Ventura Investindo telah berkomitmen pada pembelian awal sebanyak 2.000 unit di tahun pertama, dengan harapan volume tersebut dapat meningkat hingga lebih dari 10.000 unit per tahun seiring pertumbuhan pasar.
Moeldoko menutup dengan harapan bahwa kolaborasi ini akan menjadi momentum penting yang tidak hanya membentuk masa depan EV Indonesia, tetapi juga membawa Tanah Air selangkah lebih maju menuju transportasi yang lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan.