Gejolak Politik dan Panangkapan Presiden Venuzuela, Toyota Perintahkan Karyawan Kerja dari Rumah

Kamis, 08/01/2026 15:10 WIB | Wilfrid Kolo
Logo Toyota berwarna biru yang menjadi simbol perkembangan produk menuju elektrifikasi
Logo Toyota berwarna biru yang menjadi simbol perkembangan produk menuju elektrifikasi

mobilinanews (Venezuela) – Peristiwa penyerangan Amerika ke Venezuela hingga penangkapan dan penahanan Presiden Nicolás Maduro menimbulkan gejolak di negara penghasil minyak tersebut. 

Terkait ketegangan politik itu, Toyota telah menginstruksikan karyawannya di Venezuela untuk bekerja dari rumah menyusul meningkatnya kekhawatiran politik dan keamanan.

Melansir sejumlah media asing, produsen mobil Jepang itu telah mengkonfirmasi bahwa semua staf ekspatriat dan keluarga mereka aman, meskipun tidak mengungkapkan berapa banyak karyawan yang diarahan untuk bekerja jarak jauh.

Perusahaan mengklarifikasi bahwa pengaturan sementara ini tidak berdampak pada penjualan atau aktivitas produksinya. Namun, operasi Toyota di Venezuela telah berada di bawah tekanan selama beberapa tahun karena ketidakstabilan ekonomi dan sanksi internasional. 

Pabrik Toyota di Cumana, yang pernah memproduksi model seperti Corolla, telah mengalami gangguan berulang kali, dengan produksi tahunan turun menjadi hanya beberapa ratus kendaraan pada tahun 2020 sebelum operasi dihentikan sementara.

Terlepas dari tantangan-tantangan ini, perdagangan otomotif antara Jepang dan Venezuela menunjukkan pertumbuhan pada tahun 2024.

Menurut Organisasi Perdagangan Luar Negeri Jepang (JETRO), ekspor Jepang ke Venezuela mencapai USD 69,41 juta tahun lalu, menandai peningkatan 16,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Impor kendaraan penumpang, truk, dan komponen otomotif membentuk sebagian besar perdagangan ini. Impor dari Venezuela, sebagian besar berupa biji kakao dan aluminium, meningkat 13,9 persen menjadi USD 15,47 juta pada periode yang sama. 

Perusahaan-perusahaan Jepang lainnya yang memiliki eksposur ke Venezuela, saat ini, masih mempelajari dan memantau situasi dengan cermat. 

Perusahaan-perusahaan tersebut, termasuk Meiji, Mitsubishi, Itochu, dan Mitsui telah menyatakan bahwa operasi mereka tetap tidak terpengaruh untuk saat ini, dengan alasan persediaan yang memadai dan gangguan yang terbatas.

Dalam beberapa tahun terakhir, fasilitas Cumana milik Toyota telah beradaptasi dengan beralih ke perakitan komponen secara parsial (complete-knockdown assembly) dan mengekspor komponen yang diproduksi secara lokal untuk menyumbang devisa. 

Namun di balik itu semua, kekurangan suku cadang yang terus-menerus, sanksi, dan tantangan tenaga kerja terus membebani kelangsungan jangka panjang di pasar tersebut.