MotoGP 2026: 3 Petinggi Ducati Prioritaskan Marc Marquez, Pengganti Francesco Bagnaia Sudah Disiapkan

Sabtu, 24/01/2026 21:54 WIB | Rulin purba
Francesco Bagnaia (Italia/Ducati). (Foto: ducaticorse)
Francesco Bagnaia (Italia/Ducati). (Foto: ducaticorse)

mobilinanews (Italia) - Beberapa hari lalu Francesco Bagnaia berkoar kalau mental bertandingnya sudah berubah. Ia ingin dan punya potensi bikin 'hidup' Marc Marquez sulit pada musim 2026.

Sah saja juara dunia 2022 dan 2023 itu bilang begitu, setidaknya unruk menjaga tetap punya tekad dan semangat. Bahwa ia punya potensi harus diakui dengan 2 gelarnya di kelas primer.

Tapi, apakah pembalap Italia dengan panggilan Pecco ini mampu mengalahkan atau minimal mengimbangi Marquez, hanya waktu yang bicara. Itu pun ditentukan seberapa besar ia menguasai Desmosedici GP26 dibandingkan Marquez , dan tentu saja bicara soal nasib.

Yang jelas pada saat ini Marquez jadi penentu nasib Pecco,. Bahkan juara MotoGP 7 kali itu juga jadi barometer bursa pembalap ke musim 2027. Apa keputusannya punya efek domino ke banyak pembalap lain.

Ia sendiri belum tegas menentukan langkah di 2027 meski katanya ingin tetap di Ducati. Saat sama ia juga digoda untuk kembali oleh Honda yang dipastikan dengan nilai kontrak jauh di atas Ducati yang tradisinya kecil dalam gaji tetapi royal dalam bonus.

"Saya belum tentukan untuk 2027. Kita akan lihat seberapa bugar fisik saya untuk kompetisi, itu yang menentukan. Saya juga harus memikirkan masa depan saya, juga  kehidupan anak saya nantinya," ucap Marquez yang tahun ini berusia 33 tahun.

Pokoknya, nasib Pecco benar-benar ditentukan oleh MM93. Jika ia pergi ke Honda atau pensiun karena  "bisikan" sang pacar yang akan memberinya  anak maka posisi Pecco aman di Lenovo Ducati.

Sebaliknya, jika Marquez perpanjang kontrak maka nasib Pecco belum aman. Akan sangat bergantung pada performanya di musim 2026. Kesan dan pesan ini secara gamblang disampaikan tiga petinggi Ducati jelang kompetisi tahun ini.

Dimulai dari Claudio Domenicali sang CEO Ducati Corse. Ia pastikan prioritas timnya adalah memperpanjang kontrak Marquez yang seperti halnya Pecco akan berakhir di akhir musim 2026.

Ia mengakui untuk perpanjangan kontrak Marquez terbilang kompleks karena ada beberapa hal yang harus dibicarakan khusus. Masalah khusus ini, isu yang beredar adalah tuntutan MM93 untuk penyesuaian gajinya setelah meraih gelar 2025 untuk Ducati plus klausul kontrak yang menguntungkan Marquez, yang salah satunya bebas memutus kontrak di tengah jalan jika MM93 menginginkannya.

"Tapi kami akan menemukan solusinya karena kami berada pada situasi yang bagus. Kami happy bersama Marc dan ia happy bersama kami," beber Domenicali. 

"Prioritas adalah Marc. Kami baru memikirkan pembalap kedua jika ia sudah ambil keputusan. Sangat jelas , jika ia pergi maka prioritas kami adalah Pecco," tandasnya.

Pecco sendiri sudah siap menghadapi segala kemungkinan. Jika Ducati memiliki Marquez dan tak ingin memilikinya lagi maka ia siap main di tim satelit Ducati dengan status pabrikan, dalam hal ini isunya adalah VR46 Ducati. Sedangkan di tim pabrikan akan ada Pedro Acosta yang konon sudah ada perjanjian awal yang tak resmi. Jika Ducati tetap memasang Marquez-Pecco maka Acosta yang dimainkan oleh VR46.

GM Ducati Luigi Dall"Igna tentu saja senada dengan bos Domenicali, yakni prioritaskan Marquez.

"Kami bahkan ingin memastikan kontrak baru bisa disepakati sebekum kompetisi 2026 dimulai," tegasnya.

Petinggi lainnya, Manajer Tim Davide Tardozzi menekankan hal sama. Ia menekankan lagi ucapan Domenicali bahwa line up Lsnovo Ducati untuk 2027 hanya akan ditentukan satekah Marquez mengambil keputusan akan berada di mana.

"Hanya jika Marquez pergi maka prioritas kami jatuh kepada Pecco," ujarnya.

Begitulah nasib Bagnaia yang menjadi anak nomor dua di Ducati sejak kedatangan Marquez.

Tapi, ia bilang tenang saja.

"Saya tak terlalu pikirkan soal kontrak baru. Saya hanya ingin memulai balap tahun ini dengan baik dan fokus ke situ. Sangat pentng untuk fokus di situ karena akhir musim ini kontrak sebagian besar pembalap akan berakhir," katanya.

Ya, saat ini dari 22 pembalap regular hanya 2 orang yang sudah pastikan kursi pada musim 2027. Yakni Toprak Razgatlioglu di Pramac Yamaha dan Diogo Moreira di LCR Honda. (r)