MotoGP 2026: Fabio Quartararo Deal Dengan Honda, Jorge Martin ke Yamaha. Francesco Bagnaia Kemana?

Kamis, 29/01/2026 22:47 WIB | Rulin purba
Fabio Quartararo (Prancis/Yamaha). (Foto: autosport)
Fabio Quartararo (Prancis/Yamaha). (Foto: autosport)

mobilinanews (Inggris) - Musim balap MotoGP 2026 belum bergulir. Tapi, bursa pembalap 2027 sudah rusuh lebih dulu. Kejutan datang beruntun dalam waktu berdekatan.

Dua media motorsport terkemuka,  autosport dan motorsport, menurunkan artikel jatagori breakingnews pada Kamis (29/1) ini.

Yang pertama adalah kesepakatan Honda dan Fabio Quartararo untuk bersama dalam masa kontrak 2027 dan 2028 nanti. Autosport menyebut itu sudah deal dan tinggal menunggu pengumuman resmi.

Kalau Quartararo selama ini gelisah di Yamaha dan ingin pergi maka itu bukan kejutan. Yang mengejutkan adalah prosesnya yang begitu cepat, bahkan sebelum tes pra musim 2026 diselenggarakan.

Meski menjadi pembalap bergaji terbesar di MotoGP dengan nilai 12 juta Euro, tapi El Diablo justru menghadapi musim yang sangat sulit di Yamaha. Untuk duel di zona podium saja susah, padahal ambisinya meraih gelar dunia lagi seperti di musim 2021 sangat besar.

Tahun lalu ia sudah beri peringatan keras ke Yamaha, jika tak kompetitif pada 2026 maka ia akan pergi. Sayangnya, musim 2026 belum dimulai ia sudah ambil kesepakatan dengan Honda yang kabarnya sudah menyiapkan budget besar buatnya.

Dirangkum mobilinanews.com dari berbagai sumber, kepergian El Diablo lebih cepat dipicu oleh dua hal utama.  Yakni suasana internal Yamaha sepeninggal tokoh sekaliber Lin Jarvis tahun lalu dan digantikan Paolo Pavesio sebagai Direktur Pelaksana Yamaha Racing.

Pembalap Prancis itu mengaku terus terang tak cocok dengan big boss-nya .

"Saya jarang ngobrol dengannya. Saya lebih suka bicara dengan para mekanik," katanya, mencerminkan suasana hati yang tak nyaman dengan bos baru.

Faktor kedua adalah keputusan Yamaha meninggalkan mesin inline-4 pada musim 2026 dan digantikan dengan mesin V4 sebagaimana pabrikan motor MotoGP lainnya.

Pada tahun lalu juga dalam wawancaranya dengan website resmi, motogp.com, keputusan akan tetap di Yamaha atau pergi di akhir masa kontrak pada akhir tahun 2026 akan sangat ditentukan oleh bagaimana perasaannya soal motor baru.

"Hanya satu hal yang bisa membuat saya bertahan (di Yamaha). Yakni saat saya naik ke motor, bisq menikmatinya dan merasa kencang," tegasnya.

Dan, faktanya pada tes resmi Valencia di November lalu ia sama sekali tak bergairah dengan mesin baru V4. Sangat kuat dugaan ini yang membuat El Diablo membuat keputusan lebih awal.

Yang mengejutkan adalah klaim autosport dan motorsport yang menyebut Martin sudah sah menjadi pengganti Quartaroro di Yamaha pada 2027.  Ia akan berdampingan dengan Toprak Razgatlioglu,  eks rider WSBK yang tahun ini disimpan Yamaha di tim satelit Pramac Yamaha.

Mengejutkan karena Martin selama ini diisukan akan berlabuh di Honda setelah kontrak dengan Aprilia berakhir pada 2026. 

Pada pertengahan tahun lalu Martin bahkan sempat bikin heboh karena ingin mengakhiri kontraknya dengan Aprilia pada akhir tahun 2025 meski kontrak resmi berlaku hingga akhir 2026. Ini teekait dengan Honda yang siap menamlungnya.

Kasus ini sempat panas dengan melibatkan para pengacara top di kedua belah pihak.

Aprilia menang. Martin harus nurut hingga akhir 2026 namun dengan catatan saat itu bahwa Honda akan menunggunya untuk dimainkan pada 2027. Ternyata semuanya berubah.

Kembali ke Quartararo. Tahun lalu saat masih terikat dengan Yamaha, ia malah melakukan hal yang harusnya tabu buat pembalap profesional. Karena ia justru memuji Honda yang bergerak maju lebih cepat dari Yamaha.

"Tahun ini (2025) mereka berkembang pesat. Saya pikir akan terus berkembang" katanya memuji pabrikan Jepang yang notabene adalah musuh utama Yamahw di dunia balap dan pasar komersial itu.

Belum diputuskan siapa yang akan jadi pendamping Quartararo di Honda dan team mate Martin di Yamaha.

Masa depan Martin dan Quartararo kini jelas di dua musim ke depan. Tinggal dua nama panas lainnya yang masih jadi spekulasi, yakni Francesco Bagnaia (Ducati) dan Pedro Acosta (KTM).

Jika patokannya adalah rumor maka nasib Acosta sedikit lebih jelas. Isunya, Ducati ingin memasangnya jadi tandem Marc Marquez pada 2027. Kombinasi rider senior dan yunior dengan karakter sama, petarung.

Tiga petinggi Ducati sudah jelas mengatakan Marquez adalah prioritas. Jika juara dunia 2025 itu lanjut ke musim 2027 maka Ducati baru memikirkan pembalap kedua dan belum tentu itu adalah Bagnaia. Pasalnya, isu mengatakan antara Ducati dengan Acosta sudah ada kesepakatan awal sebagaimana kesepakatan saat ini antara Honda dengan Quartararo dan antara Martin dengan Yamaha.

Jika bukan pabrikan Ducati, lanta kemana alternatif Bagnaia berlabuh selanjutnya.

Ada dua opsi. Jika ingin tetap membesut Ducati Desmosedici maka peluangnya ada di tim VR46.

Tapi, jika mulai ogah dengan merek itu maka Aprliia jadi pilihan terbaik. Berpasangan dengan sahabatnya sesama alumnus VR Rider Academy, Marco Bezzecchi.  CEO Aprilia Massimo Rivola pun  akan bangga menerimanya, karena dengan begitu pabrikan Italia ini akan diperkuat dua permbalap papan atas Italia.

Sekarang tinggal tunggu gong berikutnya. Ducati ingin mengikat kontrak baru dengan Marquez sebelum musim kompetisi 2026 dimulai. Itu artinya sekitar bulan Februari nanti. Apakah yang akan diputuskan rider Soanyol itu? (r)