mobilinanews (Bahrain) - Tim Mercedes baru tunjukkan taring di hari terakhir tes Bahrain lalu. Pada dua hari awal tampil biasa saja. Di hari ketiga, Ferrari dan Red Bull Racing digigit dengan gap 0,5 dan 1,6 detik. Telak!
Maka isu dugaan pelanggaran aturan oleh Mercedes pun semakin panas. Seperti tulisan sebelumnya, mesin W17 besutan Mercedes diduga mengakali rasio kompresi mesin yang limitnya 16,1. Saat mesin statis memang sesuai aturan, tapi begitu masukntrek dan mesin panas, tingkat rasio itu naik ke 18,1 dengan konsekuensi benefit tambahan kecepatan 0,3 sampai 0,4 detik.
Ferrari, Audi, Honda dan belakangan Red Bull Ford mempertanyakan masalah itu kepada FIA selaku regulator namun sampai tes berakhir belum ada jawaban.
Tentu saja prinsipil tim Mercedes Toto Wolff menampik tudingan itu. Ia menjamin semua pengembangan sesuai dengan regulasi baru yang diperkenalkan musim ini tak hanya soal mesin tetapi juga menyentuh sasis, aero, ban dan komponen turunannya.
"Sebaiknya mereka fokus pada tim masing-masing saja daripada ngurusi tim lain," tukas Wolff dengan santai.
Berbicara pada media di akhir tes Bahrain, Jumat (13/2), tim prinsipil Ferrari Fred Vasseur menolak untuk melakukan protes resmi ke FIA agar persoalan ini cepat selesai sebelum masuk kompetisi pada Maret nanti. Tapi, ia menolak.
"Kami datang bukan untuk protes. Kami hanya ingin kejelasan agar semua tim memahami dan menjalankan regulasi yang sama,," ujarnya.
Dengan perubahan besar tentang baterai, mesin, sasis, ban, dan sebagainya, menurut Vasseur sebuah kewajaran jika ada pasal yang abu-abu, yang mengundang persepsi yang berbeda dari tim ke tim atau antara tim dengan FIA.
"Itu adalah konsekuensi langsung dari peraturan baru, dan selalu seperti ini.Yang terpenting bagi saya adalah mendapatkan kejelasan. itulah yang kita harapkan mulai minggu depan," imbuhnya.
Tes Bahrain 2 berlangsung pada 18-20 Februari. Rencananya FIA akan menggelar pertemuan dengan pihak manufaktur untuk membahas isu itu agar tidak berlanjut sampai saat kompetisi dibuka resmi pada awal Maret di Ausralia.
Masih kata Vasseur, kejelasan itu penting agar timnya bisa memutuskan menlanjutkan program pengembangan mereka sendiri atau bergeser kepada arah yang diambil Mercedes.
Direktur teknis Red Bull Ford, Pierre Wache, juga menolak untuk ajukan protes. Dikutip dari the-race ia mengatakan bahwa timnya juga menunggu jawaban dari FIA dan prioritas utamanya adalah memastikan aturan tersebut adil bagi semua orang.
“Sejujurnya, kami hanya mengikuti apa yang akan dikatakan FIA,” katanya.
Bagaimana jika pekan depan FIA mengatakan semua yang dilakukan Mercedes legal?
Wait and see-lah! (r)