mobilinanews (Bahrain) - Hari kedua tes pra musim di Bahrain, Kamis (19/2) mulai mengarah menuju balapan resmi yang dimulai dari GP Australia, 6-8 Maret.
Itu tampak dari sejumlah pembalap yang melakukan simulasi balapan dengan melahap lap panjang secara beruntun. Mereka juga mulai memperdalam latihan proses start yang berubah dan menguji performa masing-masing dengan 'duel' singkat beberapa lap di lintasan. Itu dilakukan Max Verstappen (Red Bull) dengan Oscar Piastri (McLaren) serta Lewis Hamilton (Ferrari) dengan Piastri.
Mereka 'saling menyalip' untuk.memahami efek perubahan regulasi aerodinamika, bagi mobil yang sedang berada di depan dan terutama bagi yang berada di belakang yang terkena turbulensi.
Dari segi kecepatan, pada sesi hari ini pertama kalinya catatan waktu tercepat pecah ke bawah 1 menit 33 detik selama tes di Bahrain.
Hanya dua pembalap yang bisa meraih catatan itu. Yakni Andrea Kimi Antonelli, 1 menit 32,803 detik dan Piastri dengan waktu 1:32,961. Meski makin kencang tetapi waktu tersebut masih jauh dari catatan pole position GP Bahrain 2025 yang ditorehkan Piastri, yakni 1;29,841.
Posisi ketiga dan keempat tercepat dimiliki Max Verstappen (Red Bull Ford) dan Lewis Hamilton (Ferrari). Hanya saja keduanya dengan waktu di atas 1 menit 33 detik.
Untuk sementara kecepatan mobil 2026 yang regulasinya banyak berubah tampak lebih lambat dibandingkan mobil tahun lalu. Apakah benar sedemikian atau akan berubah lebih kencang, bisa jadi hanya akan terlihat saat kompetisi resmi dimulai.
Seperti komentar Charles Leclerc (Ferrari) bahwa kecepatan mobil 2026 masih misterius. Ia yakin tim papan atas masih menyembunyikan performa sesungguhnya.
Leclerc bisa jadi benar. Sebab, Ferrari sendiri baru pada Kamis (19/2) ini mengeluarkan 'senjata' unggulannya yang disembunyikan pada tes Barcelona maupun tes perdana Bahrain pekan lalu.
Ya, untuk kali pertama Ferrari.memasang aerodinamika aktif di sayap depan dan belakang SF26 setelah sebelumnya juga memperkenalkan sirip kecil di pipa knalpot. Tak butuh lama, perangkat baru itu langsung jadi pusat perhatian tim rival dan para pengamat F1.
Ya, regulasi baru memperkenalkan aerodinamika aktif untuk menggantikan sistem DRS (Drag Reduction System) ysng sebekumnya berlaku. Fungsinya hampir sama, yakni untuk membantu pembalap menambah kecepatan di area tikungan dan terutama di trek lurus untuk menyalip lawan. Tujuannya ya agar F1 semakin menarik dilakoni pembalap dan semakin menarik ditonton ratusan juta orang di seluruh dunia.
Aero aktif itu terdiri dari dua pilihan. Yakni pengaktifan di tikungan untuk daya cengkeraman ban dan stabilitas mobil, dan satunya aktivasi di trek lurus guna mendapatkan kecepatan ekstra.
Sontak, barang baru yang dibawa Hamilton itu langsung jadi topik ulasan sepanjang hari. Para pakar teknik F1 memberikan ulasan masing-masing. Namun semuanya belum bisa menjawab pertanyaan, apakah sistem itu nantinya membuat balapan F1 semakin seru ditonton atau sebaliknya? Juga belum terjawab, apakah perangkat itu akan dipakai Ferrari untuk musim balap atau sekadar uji coba?
Tes Bahrain akan memasuki sesi terakhir pada Jumat (20/2). Menarik menanti hal baru apalagi yang akan terkuak dan diuji, karena ini adalah kesempatan terakhir menguji segala sesuatunya jelang balapan perdana di GP Australia. (r)