mobilinanews (Bahrain) - Serangkaian tes pra musim Bahrain selesai pada Jumat (20/2). Total 6 hari uji coba dalam dua pekan. Ferrari tercepat tapi sama sekali tak bisa jadi rujukan ke race pembuka serial 2026 di GP Australia pada 6-8 Maret.
Pada hari terakhir ini Charles Leclerc (Ferrari) membukukan 'rekor' kecepatan selama tes di Bahrain. Menjadi satu-satunya pembalap yang menembus waktu di bawah 1 menit 32 detik. Ia cetak best time 1 menit 31,992 detik. Kencang tetapi masih kalah dengan catatan pole sitter GP Bahrain 2025 yang tercatat 1:29,841 yang dibuat Oscar Piastri (McLaren).
Sebelumnya hanya Mercedes dan McLaren yang bisa berlari di kisaran waktu 1 menit 32 detik dan ternyata bisa dipertajam Leclerc pada kesempatan terakhir. Ia mengalahkan Lando Norris (McLaren), Max Verstappen (Red Bull Racing) dan George Russell (Mercedes).
Tapi, nanti dulu, catatan itu belum cukup untuk memfavoritkan Ferrari masuk kompetisi 2026 di Australia sebagai favorit.
Leclerc belum melihat kemungkinan Ferrari menjadi tim terkuat hanya berdasarkan hasil tes. Ia curiga Mercedes belum mengeluarkan seluruh kemampuan dalam tes. Dengan kata lain Mercedes dicurigai masih menyembunyikan kekuatan sesungguhnya. Kecurigaan yang wajar karena semua tim bermesin Mercedes (Mercedes, McLaren, dan Alpine) tampil konsisten tanpa hambatan teknis apa pun. Selain itu para pembalap Mercedes dan McLaren terbilang konsisten dengan catatan waktu di level 4 Besar tercepat.
Uniknya, Russelll sebagai driver utama Mercedes justru mencurigai Red Bull (Verstappen) yang menyembunyikan kekuatan sesungguhnya.
Ia mengaku sejak tes perdana Bahrain pekan lalu sudah mengamati dan akhirnya mengambil kesimpulan bahwa penyebaran energi mobil Red Bull member keuntungan yang "menakutkan" dibandingkan dengan tim lain.
Tiga sesi latihan sebelum kualifikasi GP Australia pada 6-8 Maret mendatang, kata Russell, kekuatan sesungguhnya Verstappen dan RB22 akan terlihat. Itu poin utama yang patut jadi perhatian.
Verstappen sendiri tercatat hanya sekali menjadi pembalap tercepat di sesi uji coba Bahrain. Dalam sesi terakhir hari ini ia hanya tercepat ketiga di bawah Leclerc dan Norris, tapi berada di atas Russell. Dan, selama tes itu Verstappen sama sekali tak punya keluhan dengan performa mobilnya. Kalaupun ia mengeluh, itu hanya perubahan regulasi yang membuat mobil saat ini tak segarang versi sebelumnya.
Ketenangan Verstappen apakah karena ia sudah tahu potensi RB22 sesungguhnya?
Team Principal Red Bull Laurent Mekies pun terkesan menyembunyikan kekuatan skuadnya. Di satu sisi ia mengakui berat mengimbangi tiga tim rivalnya, tetapi di sisi lain memuji penampilan Verstappen.
"Max tampil mengesankan selama masa pengujian," kata Mekies, pastinya mengambil.kesan itu bukan semata dari catatan waktu per lap, dan pasti juga bikin penasaran bagian manakah yang membuat Verstappen mengesankan. (r)